Mangkir Daftar Wajib Pajak, 55 Tempat Usaha di Pontianak Kena Sanksi

Tim Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Pontianak dan Satpol PP menempelkan stiker peringatan di sejumlah tempat usaha yang belum mendaftarkan diri sebagai wajib pajak. (Foto: Humpro Pemkot Pontianak).
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Tim Penertiban Pajak Daerah Kota Pontianak menertibkan tempat usaha yang belum terdaftar sebagai wajib pajak (WP).

Tim yang terdiri dari Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Pontianak dan Satpol PP menempelkan stiker peringatan di sejumlah tempat usaha yang belum mendaftarkan diri.

Muat Lebih

Petugas juga meminta pemilik usaha menandatangani surat pernyataan untuk segera mendaftarkan usahanya dan membayar pajak terutang.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penagihan Pajak Daerah BKD Kota Pontianak, Ruli Sudira mengatakan, razia atau penertiban ini digelar untuk meningkatkan kepatuhan para wajib pajak.

Sebelumnya, BKD sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada para pelaku usaha yang sudah memenuhi kriteria terdaftar sebagai wajib pajak.

“Namun hingga saat ini mereka belum mendaftarkan usahanya. Kami Tim Penertiban turun langsung ke lapangan dan menempel stiker bahwa tempat usaha tersebut dalam pengawasan,” kata Ruli, Senin (16/12/19).

Penertiban ini menyasar 6 lokasi tempat usaha rumah makan, warung kopi, dan rumah kost. Mereka diberi tenggat waktu 7 hari kerja untuk mendaftarkan badan usaha ke kantor Badan Keuangan Daerah Kota Pontianak.

Jika peringatan ini tidak diindahkan, BKD akan menutup sementara tempat usaha tersebut. “Mereka tidak diperkenankan menjalankan kegiatan usahanya sampai mendaftar dan membayar pajak daerah.”

Berdasarkan data Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Pontianak, terdapat 55 tempat usaha yang belum terdaftar sebagai wajib pajak. “Rumah kos yang wajib terdaftar sebagai WP adalah yang memiliki jumlah kamar lebih dari 10,” ujar Ruli. (jim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *