Sampan Kalimantan Kampanye Budidaya Kepiting Sistem Silvofishery

Sistem silvofishery memungkinkan pengelolaan tambak tanpa harus mengonversi hutan mangrove. (Foto: silvofishery.com).

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Sahabat Masyarakat Pantai (Sampan) Kalimantan, mengampanyekan budidaya kepiting menggunakan sistem silvofishery. Meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir tanpa harus merusak alam.

Direktur Sampan Kalimantan, Dede Purwansyah mengatakan silvofishery adalah pengelolaan tambak dengan memasukan kawasan mangrove sebagai tempat budidaya ikan atau kepiting.

Bacaan Lainnya

Menurut Dede, kegiatan ini tidak merusak alam karena menjadikan mangrove sebagai habitat alami sekaligus tempat ikan dan kepiting berkembang biak.

Untuk menunjukan keberhasilan metode silvofishery, Sampan Kalimantan akan mengadakan panen raya kepiting di Hutan Desa Bentang Pesisir Padang Tikar, Desa Batu Ampar, Kubu Raya, Rabu (18/12/19).

Kegiatan ini sekaligus menjaring pasar komoditas kepiting yang dibudidayakan dengan pengelolaan yang berkelanjutan. “Untuk memastikan keberlanjutan usaha budidaya kepiting bakau di Hutan Desa Bentang Pesisir Padang Tikar,” kata Dede melalui rilis, Selasa (17/12/19).

Budidaya sistem silvofishery di area hutan mangrove memungkinkan adanya budidaya perikanan tanpa perlu mengonversi area mangrove. Dengan alternatif pengelolaan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi hutan mangrove, tanpa mengancam fungsi ekologisnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *