Universitas Kapuas Sintang Lantik Rektor Baru

Pelantikan Rektor Universitas Kapuas Sintang (Unka) periode 2019-2024. (Foto: Humpro Pemkab Sintang).
banner 468x60

SINTANG, insidepontianak.com – Staf Ahli Bupati bidang Kemasyarakatan dan SDM, Arbudin, menghadiri pelantikan Rektor Universitas Kapuas Sintang (Unka) periode 2019-2024. Pelantikan dilaksanakan di Gedung Pancasila Sintang, Senin (16/12/19).

Dr Antonius, S.Hut, M.P menggantikan Dr Drs Petrus Atong, M.Si untuk periode 2019-2024. Pelantikan Rektor tersebut dipimpin Ketua Yayasan Melati Sintang, Kusnidar, disaksikan seluruh civitas akademika Universitas Kapuas Sintang

Muat Lebih

Arbudin yang membacakan sambutan Bupati menyampaikan selamat kepada Rektor Unka yang baru. “Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah menunjukkan komitmen, dedikasi dan loyalitas yang tinggi bagi pengembangan Universitas Kapuas Sintang,” kata Arbudin.

Arbudin berharap dilantiknya Rektor yang baru dapat membawa kemajuan untuk Universitas Kapuas Sintang. “Saya berharap kepercayaan kepada saudara untuk menakhodai Unka ini, dapat dijalankan dengan baik. Serta didukung pola kerjasama yang konstruktif antara yayasan dengan Universitas.”

Peranan perguruan tinggi sangat penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Perkembangan peradaban manusia sangat dipengaruhi oleh kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Salah satu faktor pendukung keberhasilan pengembangan perguruan tinggi adalah dukungan manajemen dari pimpinan. Selain ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan, kurikulum, dosen, staf administrasi, serta dukungan anggaran.

“Baik buruknya institusi perguruan tinggi, sangat ditentukan oleh siapa yang mengelola atau memimpin lembaga  pendidikan tersebut,” ujar Arbudin.

Ketua Yayasan Melati Sintang, Kusnidar menjelaskan, pergantian Rektor Universitas Kapuas merupakan proses biasa. Rektor diangkat dan diberhentikan oleh Badan Lembaga Penyelenggara Universitas untuk masa jabatan 5 tahun dalam satu periode.

“Setelah itu dapat dipilih dan diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh melebihi 2 kali masa jabatan baik berturut turut maupun tidak berturut turut,” kata Kusnidar.

Sebelum pelantikan telah diadakan proses seleksi sesuai standar syarat menjadi rektor. Antara lain syaratan akademik, fungsional, kepangkatan akademik, rekam jejak, visi-misi, serta keseriusan memimpin universitas.

“Proses ini sudah dimulai sejak Agustus hingga November 2019. Selain itu periodesasi Rektor dibatasi 5 tahun untuk satu periode. Hal ini untuk memberikan peluang kesempatan pengembangan karir di Unka.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *