Sail Karimata Berdampak Positif Pembangunan Kayong Utara

banner 468x60

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Perhelatan Sail Serat Karimata di Kabupaten Kayong Utara tahun 2016, memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah tersebut.

Hal itu diungkapkan Asisten Deputi Bidang Kepariwisataan, Ristek dan Lingkungan Maritim Sekretariat Kabinet, Arief Khumaidi usai rapat evaluasi Sail Selat Karimata 2016 di Pendopo Bupati Kayong Utara.

Muat Lebih

Arief memberi contoh dampak positif Sail Selat Karimata adalah pembangunan jalan beraspal menuju Kota Sukadana. Kayong Utara juga semakin dikenal lewat promosi di media sosial.

“Tahun 2015 enggak seperti itu. Itu masih belum diaspal. Sekarang sudah. Sudah ada tugu. Masjid (Oesman Al-Khair) itu juga sudah kelihatan bagus,” kata Arief dikutip dari tribunnews.

Kemajuan-kemajuan itu yang menurut Arief menjadi indikator bahwa Sail Karimata memberi dampak positif bagi masyarakat setempat. Sail Karimata juga meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB) dan kunjungan wisatawan.

“PDRB meningkat, berarti Sail itu berhasil. Kemudian apakah aspek kunjungan wisatawan. Kalau wisatawan itu meningkat, berarti Sail itu berhasil,” ujar Arief.

Sekretaris Daerah Kayong Utara, Hilaria Yusnani menyebut pasca gelaran Sail Selat Karimata 2016, terjadi kemajuan pembangunan yang cukup signifikan.

Menurut Hilaria, perkembangan itu terjadi perlahan namun pasti. “Pendapatan masyarakat meningkat, menyebabkan konsumsi masyarakat juga meningkat. Menyumbang hampir dari separo total PDRB,” kata Hilaria.

Nilai PDRB Kayong Utara berdasarkan harga berlaku tahun 2018 sebesar Rp 3,8 triliun, meningkat 8,6 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan nilai PDRB berdasarkan harga konstan sebesar Rp 2,4 triliun.

“Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memiliki peranan cukup besar terhadap perekonomian Kabupaten Kayong Utara. Lebih dari 28 persen nilai tambah berasal dari sektor ini.”

Menurut Hilaria, sumbangan terbesar dari sektor pertanian berasal dari sub sektor tanaman pangan sebesar 8,46 persen dan sub sektor perikanan 7,70 persen.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *