Walikota Minta BPR Bank Pasar Pontianak Bantu Modal UMKM

Walikota Edi Rusdi Kamtono mendorong Bank Pasar membantu dan proaktif meningkatkan usaha mikro. Menurut data Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan terdapat 7 ribu pelaku UMKM di Kota Pontianak. (Foto: Humpro Pemkot Pontianak).
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Pasar Kota Pontianak diminta  tidak hanya memfasilitasi modal usaha, namun juga menggerakkan perekonomian dan membantu masyarakat berpenghasilan rendah dan sedang.

Hal itu diugkapkan Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat menghadiri Ulang Tahun ke-56 bank milik Pemkot Pontianak itu, di Cafe Kopi Bang Edi, Rabu (18/12/19).

Muat Lebih

“Saya berharap Bank Pasar tidak hanya menjadi BPR nomor satu di Pontianak, tetapi juga bisa memberikan manfaat yang besar bagi warga Kota Pontianak,” kata Edi.

Walikota juga mendorong Bank Pasar menjalankan fungsi sosialnya membantu dan proaktif meningkatkan usaha para pelaku usaha mikro. Menurut data Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan terdapat 7 ribu pelaku UMKM di Kota Pontianak.

Jumlah tersebut merupakan peluang bagi Bank Pasar, sekaligus tantangan bersaing dengan bank konvensional yang memberikan tawaran kemudahan seperti fasilitas ATM yang tersebar di banyak lokasi. “Bank Pasar harus menangkap peluang mengakomodir para pelaku UMKM,” ujar Walikota.

Sesuai tugas dan fungsinya, Bank Pasar harus memainkan peran sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Bank Pasar didirikan salah satunya untuk mencegah UMKM terjerat rentenir.

“Di sini peran Bank Pasar dalam rangka membantu permodalan bagi pelaku UMKM dengan prinsip pinjaman cepat, proses mudah, dan lancar,” imbuh Edi.

“Saya ucapkan selamat ulang tahun ke-56 kepada seluruh jajaran Bank Pasar. Terus berinovasi menuju digitalisasi. Era digital ini serba cepat, mudah dan murah sehingga lebih gampang.”

Direktur Utama (Dirut) Agus Subardi mengatakan, BPR Bank Pasar saat ini menyandang predikat Bank BUKU II dengan modal disetor Rp17,5 miliar. Dengan predikat tersebut, Bank Pasar sudah dapat mengoperasikan mesin ATM.

“Alhamdulillah hari ini ATM Bank Pasar sudah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bank Pasar menjadi BPR pertama yang menggunakan ATM cardless, artinya ATM yang tidak berbasis kartu melainkan melalui smartphone,” kata Agus Subardi.

Selain itu tambahan fasilitas ATM di Pasar Flamboyan akan memudahkan nasabah melakukan transaksi di hari libur. “Nasabah sudah bisa melakukan transaksi tarik tunai di mesin ATM.”

Nasabah BPR Bank Pasar saat ini mencapai 6.300 orang, dengan total dana pihak ketiga senilai Rp17 miliar.

Bank lainya di Kota Pontianak juga mempercayakan menyimpan dana di BPR Bank Pasar sebesar Rp12,9 miliar. “Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Bank Pasar,” pungkasnya. (jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *