Artidjo Dewan Pengawas KPK Paling ‘Miskin’

banner 468x60

JAKARTA, insidepontinak.com – Presiden Joko Widodo telah melantik 5 orang Dewan Pengawas KPK bersamaan dengan pimpinan KPK periode 2019-2023. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12) siang.

Lima orang yang dilantik sebagai Dewas Pengawas KPK itu yakni Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sekaligus eks Hakim Mahkamah Konstitusi, Harjono, mantan Hakim Agung, Artidjo Alkostar, peneliti senior LIPI, Syamsuddin Haris, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kupang, Albertina Ho, dan mantan Wakil Ketua KPK jilid I, Tumpak Hatorangan Panggabean.

Muat Lebih

Berdasarkan situs elhkpn.kpk.go.id, keempat anggota Dewan Pengawas KPK tercatat telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Negara (LHKPN). Hanya Syamsuddin yang namanya tak tercatat di laman e-LHKPN.

Seperti dimuat Dari hasil penelusuran, Artidjo merupakan anggota Dewan Pengawas yang memiliki harta kekayaan paling sedikit, dengan jumlah Rp181.996.576. Artidjo terakhir menyerahkan LHKPN pada 31 Desember 2017 saat masih menjabat Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung.

Dalam rincian kekayaan, harta Artidjo terdiri dari tanah dan bangunan di Kabupaten Sleman, Yogyakarta senilai Rp76.960.000, serta alat transportasi berupa sepeda motor Honda Astrea tahun 1978 seharga Rp1 juta dan mobil Chevrolet minibus tahun 2004 seharga Rp40 juta.

Artidjo juga tercatat memiliki harta bergerak lain senilai Rp4 juta serta kas dan setara kas Rp60.036.576.

Sementara anggota Dewan Pengawas yang memiliki harta terbanyak adalah Harjono yakni sebesar Rp13.815.400.000. Dia terakhir kali menyerahkan LHKPN pada 31 Desember 2018 saat menjabat sebagai Ketua DKPP.

Anggota lainnya, Albertina tercatat memiliki kekayaan Rp1.179.725.534. Ia terakhir menyerahkan LHKPN pada 31 Desember 2018 saat menjabat sebagai hakim Pengadilan Tinggi Medan.

Kemudian Ketua Dewan Pengawas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean tercatat memiliki kekayaan Rp9.973.035.895. Ia menyerahkan LHKPN pada 31 Desember 2018 saat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *