Masuk Musim Hujan, Kasus DBD Meningkat di Kabupaten Melawi

Sejumlah rumah sakit di Melawi disebut merawat banyak pasien DBD selama beberapa pekan terakhir. Dua orang pasien dilaporkan meninggal akibat demam berdarah.
banner 468x60

MELAWI, insidepontianak.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat signifikan pada penghujung tahun 2019 di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Sejumlah rumah sakit disebut merawat banyak pasien DBD selama beberapa pekan terakhir. Dua orang pasien dilaporkan meninggal akibat demam berdarah.

Muat Lebih

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi, Ahmad Jawahir membenarkan tingginya kasus DBD pada Desember ini. Berdasarkan data Dinkes, ada 74 kasus pasien demam berdarah sepanjang 2019 dengan 2 korban meninggal.

“Saat ini memang kita memasuki bulan-bulan epidemis penyebaran DBD sehingga kasus DBD mengalami peningkatan,” kata Ahmad Jawahir seperti dikutip Melawinews.com, Jumat (20/12/19).

Menurut Ahmad Jawahir, kasus DBD didominasi pasien dari Kota Nanga Pinoh. Untuk pasien yang dirawat berasal dari berbagai umur. Tidak hanya balita dan anak-anak, orang dewasa juga terjangkit demam berdarah.

Dia mengimbau masyarakat menerapkan 4M plus sebagai langkah pencegahan. Yaitu menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air secara rutin minimal seminggu sekali, mengubur barang bekas, dan memantau kemungkinan adanya jentik nyamuk minimal seminggu sekali.

Plus menghindari gigitan nyamuk menggunakan lotion antinyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, melakukan larvasidasi, serta memakai kelambu.

“Kami tidak melakukan fogging karena sama sekali tidak efektif membunuh nyamuk penyebar DBD. Kebiasaan masyarakat, setelah rumahnya difoging, akan membuka seluruh pintu dan jendela untuk mengeluarkan asap foging. Padahal harusnya dibiarkan selama beberapa jam agar nyamuk mati,” ujar Jawahir.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *