Tips Berkendara Menerobos Banjir

Menerobos jalanan yang banjir sangat beresiko untuk mobil. Selain mogok, kemungkinan paling parah adalah resiko terjadinya water hammer atau air masuk ke dalam ruang bakar mesin. (Foto: seva.id)
banner 468x60

JAKARTA, insidepontianak.com – Memasuki musim hujan banyak daerah dilanda banjir. Banjir tidak hanya merendam permukiman, namun juga jalan dan bisa mengganggu mobilitas warga.

Mencari jalan memutar untuk menghindari jalan yang banjir tentu menjadi pilihan paling bijaksana. Namun jika terpaksa, menerobos jalan yang banjir dapat menjadi satu-satunya pilihan.

Bacaan Lainnya

Menerobos jalanan yang banjir sangat beresiko untuk mobil. Selain mogok, kemungkinan paling parah adalah resiko terjadinya water hammer atau air masuk ke dalam ruang bakar mesin.

Situasi ini dapat menyebabkan mobil mati mendadak karena air yang masuk ke dalam ruang bakar menekan piston di tube silinder. Hal ini dapat menyebabkan piston bengkok, ring piston rusak, dinding silinder lecet, dan yang paling parah adalah kepala silinder melengkung.

Bila air sampai merendam ruang mesin, masalah yang sering ditemui adalah rusaknya electronic control unit (ECU) yang merupakan “otak” mobil. Alat ini memiliki andil yang sangat penting dalam mengatur pengapian dan suplai bahan bakar ke mesin.

Berikut 5 tips aman saat menerobos banjir yang dikutip dari seva.id, agar dapat meminimalisir risiko-risiko kerusakan mobil.

  1. Kenali mobil

Mengenali dan kuasai mobil yang anda kendarai. Ini sangat penting untuk mengetahui tinggi posisi air intake dan knalpot. Misalnya, mobil jenis city car atau sedan tentu memiliki letak air intake dan knalpot yang lebih rendah ketimbang mobil jenis SUV atau MPV.

  1. Gunakan gigi rendah

Saat menerobos banjir, gunakan gigi rendah di posisi 1 atau 2 untuk transmisi manual, atau L untuk transmisi otomatis. Jaga RPM atau putaran mesin di angka 2.000rpm dan stabil. Usahakan agar gas jangan berhenti agar mesin tidak mati.

  1. Memantau keadaan sekitar

Sebelum menerobos banjir, pastikan anda memantau keadaan sekitar. Lihat ketinggian air melalui mobil yang sudah menerobos banjir terlebih dahulu. Jika mobil di depan anda misalnya Toyota Avanza dan rodanya terendam, berarti ketinggian banjir sekitar 40 centimeter. Anda bisa membandingkan dengan mobil anda, jika berjenis city car kemungkinan besar air akan masuk ke knalpot dan kabin.

Agar air tidak tersedot ke dalam mesin, batas aman tinggi air adalah 30 centimeter di bawah saringan udara atau air intake.

  1. Waspadai jalan berlubang

Saat menerobos banjir, pengemudi juga wajib mewaspadai adanya lubang pada jalan yang bisa mengakibatkan mobil terperosok. Jika mobil mati mendadak dan terjadi water hammer, jangan starter ulang kendaraan karena malah akan memperparah kerusakan komponen dalam ruang bakar.

  1. Periksa rem

Saat menerobos banjir, komponen pengereman akan terendam air. Jadi, setelah menerobos banjir biasanya kinerja rem tidak maksimal karena ada lapisan air antara kampas dan cakram.

Setelah kembali menemukan area kering, kocok pedal rem dengan cara menekan rem secara terus menerus hingga terasa keras. Maju-mundurkan mobil secara perlahan untuk memeriksan kerja rem. Periksa juga sistem elektrikal dan sekring, volume oli mesin, air radiator, busi, filter udara, serta kompresor AC.

Sekali lagi, berkendara menerobos banjir adalah pilihan terakhir. Kerusakan mobil akibat terendam banjir membutuhkan biaya perbaikan yang besar.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *