673 Desa Tertinggal di Kalbar Berada di Kawasan Hutan

Kalbar
OUTLOOK 2020 - Kepala Dinas Kehutanan Kalbar, Untad Darmawan memberikan materi dalam Review 2019 dan Outlook 2020 pembangunan Kehutanan di Provinsi Kalbar di Pontianak, Senin (23/12/2019). (Foto insidepontianak.com)
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sebanyak 673 (33 persen) desa di Provinsi Kalimantan Barat berada di dalam kawasan hutan. Semuanya berstatus desa tertinggal atau sangat tertinggal.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalbar, Untad Dharmawan mengatakan, sekitar 70 persen desa di Kalbar berada di dalam dan sekitar kawasan hutan. Kondisi ekonomi masyarakat desa di sekitar hutan juga masih jauh dari layak.

Bacaan Lainnya

“Fakta tersebut menambah gambaran yang lebih jelas bahwa kemiskinan di Provinsi Kalimantan Barat sebagian besar berada di dalam dan di sekitar kawasan hutan,” kata Untad dalam seminar “Review 2019 dan Outlook 2020 Pembangunan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat” di Kota Pontianak, Senin (23/12/19).

Menurut Untad, paradigma Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam menjalankan program pelestarian hutan saat ini adalah melestarikan hutan dengan cara mensejahterakan masyarakat yang ada di dalam atau di sekitar hutan.

Salah satunya dengan melibatkan masyarakat untuk ikut serta mengelola hutan. Eksplorasi potensi hutan dan jasa lingkungan dijadikan sumber peningkatan ekonomi bagi masyarakat.

Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar hutan dilakukan melalui SK Gubernur Kalbar Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Peningkatan Status Kemajuan dan Kemandirian Desa.

Dalam aturan itu tugas Dinas Kehutanan melalui Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) antara lain mengeksplore dan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan pendapatan jasa lingkungan.

The key-point agar KPH mampu mengemban amanah tugas-tugas tersebut, termasuk di dalamnya mengambil peran mendorong percepatan pembangunan,” ujar Untad.

Total jumlah desa di Provinsi Kalbar adalah 2.031 desa. Hasil penilaian dari Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal pada tahun 2019, terdapat 87 desa dengan status desa mandiri (4,28 %), 188 dengan status desa maju (9,26%), 767 desa dengan status l berkembang (37,76%), 781 desa dengan status desa tertinggal (38,45%), dan 208 desa sangat tertinggal (10,24%).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *