Walikota Pontianak: Inflasi Masih Terkendali

menghadapi Natal dan Tahun Baru Pemkot Pontianak sudah menyiapkan antisipasi untuk menghadapi kemungkinan terjadinya gejolak harga di pasaran. (Foto: Humpro Pemkot Pontianak).
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan, tingkat inflasi Kota Pontianak masih terkendali berada di angka 3,5 plus minus 1. Tingkat inflasi tersebut berdasarkan laporan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat.

“Angka tersebut masih tergolong terkendali,” kata Walikota saat memimpin rapat koordinasi (rakor) High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak di Aula Abdul Muis Muin, Senin (23/12/19).

Muat Lebih

Edi melanjutkan, dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru Pemkot Pontianak sudah menyiapkan antisipasi untuk menghadapi kemungkinan terjadinya gejolak harga di pasaran.

Hingga saat ini berdasarkan hasil pantauan di pasaran, harga bahan pokok juga masih dalam kondisi normal. “Tidak ada hal-hal signifikan yang mempengaruhi tingkat inflasi di Kota Pontianak,” ujar Walikota Edi Rusdi Kamtono.

Pemkot Pontianak akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengendalikan produksi, distribusi, dan pasar. Edi berharap dengan komunikasi yang terjalin antar berbagai instansi, dapat diambil tindakan cepat untuk mengatasi lonjakan harga.

Pemkot Pontianak akan terus melakukan inovasi untuk dapat mengendalikan inflasi. Stok gas ukuran 3 kilogram juga dipastikan aman hingga 3 bulan kedepan. “Dengan adanya penambahan gas subsidi tiga kilogram, ini bisa mengatasi masalah kelangkaan gas yang beberapa waktu lalu terjadi,” kata Edi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Prijono menerangkan, berdasarkan data tercatat deflasi Kota Pontianak hingga Desember 0,07 persen. Sementara untuk year on year 3,54 persen. Kemudian untuk Januari hingga November 2,23 persen.

“Jika diperhatikan pada bulan Desember dalam tiga tahun terakhir inflasi sekitar 0,9 persen,” kata Prijono. “Kami memperkirakan bisa lebih rendah dari itu.”

Menurut Prijono jika hal tersebut tercapai, Kota Pontianak akan mencapai target inflasi nasional 3,5 plus minus 1 persen. Namun demikian, perlu diwaspadai kenaikan harga beberapa komoditas seperti daging ayam, telur ayam, bawang, dan cabe.

Saat ini yang perlu dilakukan adalah memastikan pasokan barang kebutuhan pokok memadai. Termasuk beras dan elpiji, serta bahan bakar lainnya. “Kenaikan tiket pesawat juga diharapkan tidak menjadi pemicu inflasi,” pungkasnya. (jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *