Cara Unik Warga Sambas Saksikan Gerhana Matahari

Menatap gerhana matahari secara langsung tanpa pelindung, dapat menyebabkan retinopati surya. Retinopati surya terjadi ketika terlalu banyak sinar ultraviolet (UV) yang masuk ke retina dan akhirnya merusak mata. (Foto: Antara).
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Melihat gerhana matahari cincin dengan mata telanjang dapat menyebabkan kerusakan mata. Dianjurkan untuk tidak melihat gerhana langsung melainkan menggunakan media filter atau pelindung mata lainnya.

Seperti yang dilakukan warga Kecamatan Tebas dan Sebawi, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Mereka menggunakan kaca film atau lembaran film rontgen untuk melindungi mata.

Muat Lebih

“Kami tadi menggunakan film rentogen untuk melihat fenomena alam berupa gerhana matahari sekitar pukul 12.28 WIB,” kata Ariono salah seorang pegawai Puskesmas Sebawi, Kabupaten Sambas, kepada Antara, Kamis (26/12/19).

Menurut Ariono cara tersebut dilakukan agar mata tidak rusak menerima pancaran cahaya saat melihat gerhana matahari. “Alhamdulillah dengan menggunakan kaca film hasil rentogen tersebut, peristiwa alam tersebut bisa terlihat jelas,” kata Ariono.

Hal serupa juga dilakukan Putri, warga Desa Sempalai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Dia menyaksikan peristiwa gerhana matahari cicin dengan cara melihat pantulannya dari atap seng yang bolong. “Takut mau melihatnya secara langsung. Saya melihatnya dari pantulan atap yang bocor,” ujar Putri.

Tim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Pontianak, Nia mengatakan, gerhana matahari adalah fenomena yang terjadi ketika posisi matahari dan bumi berada pada satu jalur. Sedangkan posisi bulan ada diantara matahari dan bumi.

“Sehingga piringan dari bulan akan mengikuti bentuk matahari meskipun tidak menutupi secara sempurna. Sehingga jika dilihat dari bumi, gerhana matahari yang terjadi akan seperti cincin,” katanya.

Posisi lintasan gerhana matahari cincin, dapat diamati di wilayah Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalbar, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, untuk kemudian mengarah ke langit di laut lepas.

Bahaya Menatap Langsung Gerhana Matahari

Menurut situs alodokter.com, menatap gerhana matahari secara langsung tanpa pelindung, dapat menyebabkan retinopati surya. Retinopati surya terjadi ketika terlalu banyak sinar ultraviolet (UV) yang masuk ke retina dan akhirnya merusak mata.

Saat masuk ke mata, sinar UV akan difokuskan oleh lensa dan diserap oleh retina yang berada di bagian belakang mata. Setelah diserap oleh retina, sinar UV menghasilkan radikalbebas yang mengoksidasi jaringan di sekitar mata.

Hasilnya, sel batang dan sel kerucut pada retina akan rusak. Kondisi inilah yang dinamakan dengan retinopati surya.

Orang yang mengalami retinopati surya umumnya tidak langsung merasakan gejala atau bahkan tidak merasakan gejala sama sekali. Gejala retinopati surya muncul beberapa jam hingga 12 jam kemudian.

Gejala retinopati surya biasanya dirasakan berupa:

  1. Rasa tidak nyaman pada mata saat menatap cahaya terang
  2. Sakit mata
  3. Mata berair
  4. Sakit kepala

Dalam kondisi yang lebih serius, mata dapat mengalami pandangan kabur atau berbayang, menurunnya kemampuan melihat warna dan bentuk, terdapat bintik hitam di tengah mata, atau kerusakan mata permanen.

Gejala dapat membaik dengan sendirinya, namun memakan waktu lama hingga sebulan bahkan setahun. Kerusakan mata permanen juga mungkin terjadi, terutama jika kerusakan retina tergolong parah.

Masih menurut alodokter.com, pada tahun 2017 seorang wanita di Amerika dilaporkan mengalami kerusakan mata setelah menatap gerhana matahari secara langsung selama 21 detik tanpa memakai pelindung mata.

Beberapa jam kemudian, dia mengalami pandangan kabur dan hanya dapat melihat warna hitam. Para ahli kemudian menemukan bahwa retinanya terbakar dan telah terjadi kerusakan mata pada tingkat sel. Wanita tersebut terdiagnosis mengalami retinopati surya.

Kejadian di atas menekankan bahayanya melihat langsung ke arah gerhana matahari tanpa pelindung. Perlu menggunakan perlindungan sebelum menyaksikan gerhana matahari.

Gunakan kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari. Kacamata ini umumnya menggunakan filter khusus yang dapat meredam intensitas cahaya matahari. Jangan menggunakan kacamata hitam biasa, segelap apa pun warna lensanya.

Cara melihat gerhana matahari juga perlu diperhatikan. Jangan terlalu fokus menatap matahari. Alihkan pandangan ke lain tempat selama beberapa saat, sebelum kembali menatap gerhana.

Saat gerhana matahari mencapai puncaknya, yaitu tertutup total dan langit menjadi gelap, kacamata dapat dilepas. Keindahan gerhana matahari total bisa disaksikan langsung tanpa menggunakan pelindung. Namun gerhana matahari total hanya terjadi beberapa saat saja, sehingga setelah matahari tersibak, pelindung harus kembali digunakan agar cahaya matahari tidak merusak retina.

Hindari pula melihat gerhana matahari secara langsung melalui teleskop, teropong, lensa kamera, atau lensa ponsel, yang dilengkapi filter khusus. Ada kemungkinan Anda tidak sengaja melihat langsung ke arah gerhana matahari saat menggunakan alat-alat tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *