Gerhana Matahari, Pemkab Kubu Raya Gelar Salat Kusuf

Shalat kusuf (salat gerhana matahari) di Kabupaten Kubu Raya dipusatkan di Masjid Al Isra, Kompleks Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (26/12/19). (Foto: Humpro Pemkab Kubu Raya).
banner 468x60

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Ratusan jemaah mengikuti salat kusuf (salat gerhana matahari) di Masjid Al Isra, Kompleks Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (26/12/19).

Salat yang digelar Pemkab Kubu Raya diikuti Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan dan Kapolres Kubu Raya, Yani Permana.

Muat Lebih

“Salat gerhana ini sengaja kami laksanakan untuk menjalankan syariat Islam dan sunnah Rasulullah,” kata Bupati Muda sesaat sebelum pelaksanaan salat.

Muda menjelaskan gerhana matahari cincin merupakan salah satu peristiwa alam langka. Sehingga salat gerhana matahari mungkin hanya dapat dilakukan sekali seumur hidup. “Siklusnya itu bisa mencapai 300 tahun sekali,” ujar Bupati.

Muda menyatakan pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada umat muslim di Kubu Raya agar mengikuti pelaksanaan salat kusuf di Masjid Al Isra. Termasuk imbauan untuk para aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Kubu Raya. “Di Kubu Raya kami pusatkan di Masjid Al Isra.”

Menurut rilis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), ada 8 daerah di Indonesia yang dapat melihat fenomena gerhana matahari cincin. Selain Siak dan Singkawang, juga Padang Sidempuan, Sibolga, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

Namun masyarakat diminta tidak melihat gerhana matahari cincin dengan mata telanjang. Sebab intensitas cahaya matahari yang kuat dapat merusak mata.

Wilayah lain di Indonesia yang juga dapat melihat gerhana matahari sebagian yakni di daerah Sumatera Selatan dan Pulau Jawa dengan penglihatan 70-80 persen. Sementara wilayah lain di Indonesia dapat melihat gerhana sebagian dengan porsi tertutupnya matahari hingga paling sedikit 20 persen di wilayah selatan Papua.

Lapan juga melakukan kegiatan pengamatan dengan pusat kegiatan di Kabupaten Siak, Kampung Bunsur, Riau, dan Kota Singkawang. Di Siak, gerhana matahari cincin dimulai pukul 12.15 WIB, memasuki fase puncak pada pukul 12.17 WIB, dan berakhir pada pukul 12.19 WIB.

Sementara di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, gerhana matahari cincin bisa terlihat sebagian sekitar pukul 10.43 WIB. Untuk daerah Jawa, di Jakarta gerhana matahari parsial mulai pukul 10.43 WIB dan di Surabaya gerhana mulai sekitar pukul 11.03 WIB.

Adapun daerah lain di Kalimantan Barat masih dapat melihat gerhana matahari cincin ini, namun tidak sempurna seperti yang dapat disaksikan di Kota Singkawang.

Gerhana matahari cincin adalah fenomena ketika bulan berada segaris dengan bumi dan matahari. Bulan berada pada titik terjauh dengan bumi. Inilah yang menyebabkan piringan bulan akan terlihat lebih kecil daripada matahari dan tidak akan menutupi piringan matahari sepenuhnya. (rio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *