Pemprov Kalbar-BPOM Jalin Kerjasama Pengawasan Obat dan Makanan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjalin kerjasama terpadu pengawasan obat dan makanan di daerah. (Foto: tribunnews.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjalin kerjasama terpadu pengawasan obat dan makanan di daerah.

Penandatanganan nota kesepakatan BPOM dan Pemprov Kalbar dilaksanakan di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (26/12/2019). Nota Kesepakatan ditandatangani langsung Gubernur Kalbar Sutarmidji dan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Pontianak, Susan Gracia Arpan.

Bacaan Lainnya

Susan Gracia Arpan mengatakan kesepakatan dilakukan antara BPOM dan Pemprov Kalbar terkait pengawasan terpadu obat dan makanan di daerah yang awalnya adalah penandatangan dengan Gubernur Kalbar dan Kepala Badan POM.

“Karena belum sempat bertemu, atas persetujuan kedua pihak ditandatangani desk to desk antara Pemprov Kalbar dan Badan POM,” kata Susan seperti dilansir tribunnews.com.

Setelah terjalin kerjasama ini, petugas BPOM Pontianak akan melakukan pengawasan hingga ke daerah. Pengawas dilakukan bersama dengan OPD terkait.

“Kegiatan tersebut kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi, kabupaten/ kota yang ada kegiatan Germas. Nanti BBPOM berkontribusi dan masing- masing ada pengawasan obat dan makanan yang dilakukan secara terpadu,” ujar Susan.

Kerjasama ini sesuai Inpres No. 3 tahun 2017 tentang Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan di Daerah.  “Tim kami sebelumnya sudah turun dengan lintasan terkait seperti Disperindag, Dinkes, Satpol PP dan pemkab atau pemkot. Turun bersama untuk intensifikasi pengawasan pangan jelang Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Badan POM se-Indonesia juga sudah melakukan pengawasan hingga minggu kedua Januari. Hasilnya, tidak banyak ditemukan pangan kadaluwarsa.

“Pangan kadaluwarsa langsung dimusnahkan di tempat oleh pemilik sarana dan disaksikan petugas. Jadi relatif membaik terkait sarana retail. Kalau temuan kadaluwarsa mungkin kurang penataan dan kontrol.”

Di Kalbar ditemukan beberapa temuan pangan kadaluwarsa yakni retail tradisional namun jumlahnya tidak banyak. BPOM juga menemukan tidak banyak produk pangan tanpa izin edar.

“Jadi untuk pangan relatif membaik. Natal dan Tahun Baru ini aman karena kami terus melakukan program intensifikasi pengawasan obat dan makanan,” pungkas Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Pontianak, Susan Gracia Arpan.

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *