BNN Provinsi Kalbar Ungkap 21 Kasus Narkotika Sepanjang 2019

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat mengungkap 21 kasus tindak pidana narkotika selama 2019. (Foto: Antara).
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat mengungkap 21 kasus tindak pidana narkotika selama 2019. Selain penindakan juga dilakukan program pencegahan dengan membentuk Desa Bersih Narkotika (Bersinar).

“Dari 21 kasus tersebut, 20 kasus di antaranya tindak pidana narkotika, dan satu kasus tindak pidana pencucian uang yang terkait dengan tindak pidana narkotika, dengan jumlah tersangka mencapai 20 orang,” kata Kepala BNNP Kalbar, Brigjen (Pol) Suyatmo, Senin (30/12/19).

Muat Lebih

Dari pengungkapan kasus tersebut, BNNP menyita narkoba jenis sabu sebanyak 121 kilogram, serta ekstasi sebanyak 115.663 butir sebagai barang bukti.

Selain itu, BNNP juga menyita barang bukti non-narkotika berupa 4 unit kendaraan roda empat, 3 unit motor, dan 5 unit rumah yang diduga terkait tindak pidana narkotika.

Tahun 2019 BNNP Kalbar juga melakukan program rehabilitasi terhadap 251 pengguna narkotika yang tersebar di lembaga rehabilitasi milik pemerintah daerah setempat.

BNNP Kalbar pada 2020 akan terus gencar melakukan sosialisasi dan pemberantasan peredaran narkotika dengan berbagai cara. Seperti upaya pencegahan di tingkat masyarakat.

“Kami telah membentuk relawan antinarkoba dengan anggota sebanyak 395 orang. Mereka merupakan perpanjangan tangan BNNP Kalbar dalam upaya pemberantasan narkoba,” kata Suyatmo seperti diberitakan Antara.

BNNP Kalbar juga membentuk Desa Bersinar atau Desa Bersih Narkoba yang tersebar di seluruh kota/kabupaten. “Sudah ada puluhan desa yang menjadi Desa Bersinar yang digagas oleh BNNP Kalbar, bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *