Presiden Minta Proses Hukum Kasus Novel Dikawal Bersama

Kepala Negara meminta semua pihak untuk mengawal bersama proses hukum kasus penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. (Foto: Kantor Sekretariat Presiden).
banner 468x60

SEMARANG, insidepontianak.com – Presiden Joko Widodo mengapresiasi kinerja Polri yang berhasil menangkap dua tersangka pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

“Peristiwa ini sudah dua tahun dan sekarang pelakunya sudah tertangkap. Kami sangat menghargai, mengapresiasi apa yang sudah dikerjakan oleh Polri,” kata Presiden di kawasan Kota Lama Semarang, Senin (30/12/19).

Muat Lebih

Kepala Negara meminta semua pihak untuk mengawal bersama proses hukum terhadap kedua tersangka. Hal tersebut agar penangkapan keduanya tidak menimbulkan spekulasi-spekulasi yang negatif.

“Tetapi yang paling penting kawal bersama, jangan sampai ada spekulasi-spekulasi yang negatif. Ini kan baru proses awal penyidikan dari ketemunya tersangka itu, pelaku itu. Nanti kita ikuti terus, dikawal terus, sehingga benar-benar apa yang menjadi harapan masyarakat itu ketemu,” kata Presiden.

Dengan mengawal bersama proses hukum, Presiden berharap peristiwa serupa tidak terulang lagi. Presiden juga meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada pihak kepolisian.

“Jangan sebelum ketemu ribut, setelah ketemu ribut. Berikanlah polisi kesempatan untuk membuktikan bahwa itu benar-benar motifnya apa, semuanya, jangan ada spekulasi-spekulasi terlebih dahulu. Wong baru ditangkap kemarin,” tandasnya.

Pada 26 Desember 2019, Polri menangkap dua tersangka penyiraman air keras kepada Novel Baswedan, masing-masing berinisial RM dan RB. Kedua tersangka yang juga anggota polisi aktif kini ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *