Gubernur Resmikan Gedung VVIP Pemprov Kalbar di Bandara Supadio

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meresmikan Gedung VVIP Provinsi Kalbar di Bandara Internasional Supadio, Selasa (31/12/19). (Foto: Antara).
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meresmikan Gedung VVIP Provinsi Kalbar di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya. Pembangunan gedung tersebut menghabiskan anggaran Rp29 miliar.

“Untuk proses pembangunannya cukup lama. Dimulai pada tahun 2012 lalu dengan total anggaran Rp29 miliar,” kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalbar, Hendra Bachtiar, saat peresmian Gedung VVIP Pemprov Kalbar, Selasa (31/12/19).

Bacaan Lainnya

Hendra mengatakan, anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Kalbar untuk pembangunan gedung tersebut dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2012 untuk pembangunan awal dialokasikan anggaran sebesar Rp9,4 miliar.

Kemudian tahun 2013, kembali dianggarkan dana sebesar Rp2,26 miliar, tahun 2014 sebesar Rp1,79 miliar, dan tahun 2015 senilai Rp3,2 miliar dan Rp2,4 miliar.

Untuk anggaran tahun 2016 Pemrov Kalbar mengucurkan angaran Rp3,9 miliar, tahun 2017 sebesar Rp199 juta dan tahun 2019 sebesar Rp1,9 miliar. “Total anggaran pembangunan Gedung VVIP Pemprov Kalbar di Bandara Internasional Supadio sebesar Rp29 miliar,” kata Hendra.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji berharap meski terlambat, pembangunan Gedung VVIP di Bandara Internasional Supadio dapat selesai. “Walau selesai dibangun, tapi prosesnya terlalu lama, 7 tahun tak selesai juga,” kata Sutarmidji saat meresmikan Gedung VVIP seperti dilansir Antara.

Menurut Gubernur, perencana pembangunan Gedung VVIP masih kurang memadai karena terlihat genangan air akibat saluran pembuangan yang tertutup. “Mudah-mudahan tahun depan lanskapnya sudah selesai.”

Dia berharap, pada Maret 2020 pembangunan Gedung VVIP Pemprov Kalbar di Bandara Internasional Supadio selesai seluruhnya. “Pembangunan gedung itu tidak boleh lama-lama. Paling lama satu atau dua tahun anggaran berjalan. Kalau bisa satu tahun anggaran selesai dan paling lama dua tahun anggaran,” kata Sutarmidji.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *