Alasan Rosalina Muda Singkirkan Plastik dari Kantor Bupati Kubu Raya

Rosalina Muda, istri Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengaku selalu membawa peralatan makan seperti sendok, garpu, dan sedotan nonplastik saat makan di restoran. (Foto: Humpro Pemkab Kubu Raya).

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Upaya pengurangan sampah atau limbah plastik terus dilakukan. Di ruang kerja Bupati Kubu Raya, Wakil Bupati, dan Sekda sudah tidak lagi menggunakan gelas dan botol plastik.

Hal itu intens dilakukan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupate Kubu Raya, Rosalina Muda bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Atzebi Sujiwo dan Ketua Dharma Wanita Persatuan, Dyah Yusran.

Lewat berbagai kegiatan yang melibatkan organisasi masing-masing, ketiganya terus mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan sehari-hari.

“PKK, GOW, dan DWP punya misi yang sama yaitu bagaimana kita terus mengampanyekan pengurangan penggunaan barang berbahan plastik. Kalau ingin menghilangkan ketergantungan pada plastik mungkin belum bisa,” kata Rosalina Muda di sela kegiatan penyerahan insentif untuk guru PAUD di Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (31/12/19).

Rosalina berharap, kampanye yang getol dilakukan dapat berpengaruh pada berkurangnya penggunaan plastik. Sebab, plastik merupakan bahan yang sulit terurai sehingga akan menjadi limbah yang merusak lingkungan.

“Kampanye ini kami lakukan setiap saat, di kegiatan apapun, di manapun. Kami keliling dan mengampanyekan pengurangan penggunaan sampah plastik,” kata Rosalina.

Dia menyebut bahaya plastik bagi alam dan makhluk hidup bukan omong kosong. Akhir tahun 2018, seekor paus ditemukan mati di perairan Desa Kapota, Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Dalam perut ikan sepanjang 9,5 meter itu didapati sampah plastik dengan berat mencapai 5,9 kilogram. Kondisi paus jenis Sperm Whale itu pun mengundang keprihatinan para aktivis lingkungan hidup.

“Jadi terbayang sampah-sampah plastik itu mengalir dari hulu sungai-sungai sampailah berkumpul di laut, tidak bisa hancur dan dimakan makhluk hidup di laut. Tentunya ini salah satu motivasi bagi kami bagaimana menyampaikan (bahaya plastik) ini,” ujar Rosalina.

Rosalina mengungkapkan, dalam kurun 5 bulan di tahun 2019, PKK dan GOW Kubu Raya membagikan tumbler atau botol plastik sebanyak seribu buah. Dengan rincian untuk anggota PKK 800 tumbler dan GOW 200 tumbler.

Pembagian itu menjadi bagian dari upaya pengurangan penggunaan plastik. Selain itu, Rosalina mengaku selalu membawa peralatan makan seperti sendok, garpu, dan sedotan saat makan di restoran. Di ruang kerja Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah Kubu Raya sudah tidak menggunakan gelas dan botol plastik.

“Itu salah satu cara kami bagaimana mengurangi limbah plastik. Tentunya ini semua harus dimulai dari diri sendiri.”

Rosalina berujar, segala hal yang bersifat praktis selalu menyenangkan. Namun ada akibat-akibat yang harus dipikirkan. “Kalau dari sekarang kita berusaha untuk mengurangi limbah plastik, saya yakin dan percaya penggunaan-penggunaan plastik ini akan dapat dibatasi seminimal mungkin,” ujarnya.

Selaku Bunda PAUD Kabupaten Kubu Raya, Rosalina mengajak seluruh guru PAUD untuk memberikan contoh kepada anak-anak terkait pengurangan penggunaan plastik. Guru adalah panutan bagi anak.

“Kalau sejak kecil anak-anak sudah melihat contoh yang baik dari para gurunya, tentunya itu akan melekat di benak mereka,” kata Rosalina.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hingga 2017 terdapat sekitar 12,7 juta ton sampah plastik di laut. (rio)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *