Akibat Cuaca Ekstreme 30 Kecamatan di Kalbar Rawan Tanah Bergerak

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan peringatan dini potensi tanah bergerak di wilayah Kalimantan Barat, Januari 2020. (Foto: PVMBG)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan peringatan dini potensi tanah bergerak di wilayah Kalimantan Barat, Januari 2020.

Menurut PVMBG, 30 kecamatan dari 7 kabupaten/kota di Kalbar menjadi wilayah potensi terjadinya tanah bergerak. Beberapa wilayah berpotensi menengah hingga tinggi.

Bacaan Lainnya

Pada wilayah berpotensi menengah, pergerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan di atas normal. Terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau lereng bukit.

Sementara wilayah dengan potensi tinggi adalah daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada wilayah ini curah hujan di atas normal dapat memicu gerakan tanah lama aktif kembali.

Menurut data PVMBG, wilayah di Kalbar yang berpotensi terjadinya gerakan tanah meliputi wilayah:

Kabupaten Bengkayang: Bengkayang, Lumar, Seluas, Siding, Sungai Betung, Teriak, Suti Semarang, dan Tujuh Belas.

Kabupaten Kapuas Hulu: Bika, Boyan Tanjung, Bunut Hulu, Embaloh Hulu, Hulu Gunung, Kalis, Mentebah, Putussibau Selatan, Putussibau Utara, Seberuang, Silat Hulu.

Kabupaten Landak: Mandor, Air Besar, Mempawah Hulu.

Mempawah: Anjongan, Toho.

Sintang: Ambalau, Kayan Hilir, Kayan Hulu, Serawai.

Sambas: Sajingan Besar.

Sanggau: Entikong.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga memperingatkan terjadinya cuaca ekstereme 2-3 Januari 2020 di sejumlah wilayah di Kalbar.

Hujan besar disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian Kabupaten Melawi, Kubu Raya, Kapuas Hulu, Ketapang, Kayong Utara, Sanggau, Mempawah, Bengkayang, Landak, serta Kota Singkawang dan Pontianak.

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *