Lautan Jakarta, Korban Tewas Akibat Banjir Bertambah Jadi 16 Orang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana melakukan pemantauan udara sejumlah lokasi banjir di Jakarta. (Foto: BNPB).
banner 468x60

JAKARTA, insidepontianak.com – Banjir di Provinsi Jakarta dan daerah sekitarnya menyebabkan setidaknya 16 orang meninggal dan lebih dari 31 ribu orang mengungsi. BMKG memperkirakan puncak musim hujan baru akan terjadi pada pertengahan Januari hingga Maret.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kamis (2/1/20) menyebutkan 16 orang korban meninggal termasuk 8 orang di DKI Jakarta, 1 orang di Kota Bekasi, 3 orang di Kota Depok, 1 orang di Kota Bogor, 1 orang di Kabupaten Bogor, 1 orang di Kota Tangerang, dan 1 orang di Tangerang Selatan.

Muat Lebih

Kepala BNPB, Doni Monardo menghimbau masyarakat agar segera mengungsi ke tempat aman jika tempat tinggalnya berpotensi mengalami banjir lebih besar. “Utamakan nyawa selamat terlebih dahulu daripada harta,” kata Doni.

Salah seorang korban di Jakarta remaja pria berusia 16 tahun yang tewas tersengat listrik di Kemayoran dan 3 lainnya karena kedinginan. “Jenazah anak saya ditutupi dengan koran saat dua anak saya yang lain lewat,” kata Farid, ayah dari salah seorang koban tewas.

“Orang-orang bertanya, ada yang kenal dengan korban. Bila anak-anak saya tidak lewat, kami tidak tahu putra saya meninggal,” kata Farid seperti dikutip kantor berita AFP.

Korban lain termasuk pasangan lanjut usia yang kedinginan setelah terperangkap di rumah mereka di Kecamatan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Rumah mereka terendam air setinggi 4 meter, akibat meluapnya sungai.

Gubernur Jakarta, Anies Baswedan menyatakan, hingga Rabu (01/01/20), sebanyak 19.079 orang mengungsi akibat banjir. “Ditangani sepenuhnya oleh Pemprov DKI Jakarta,” kata Anis seperti dilansir BBCIndonesia.

“Kita hadapi dan kita selesaikan masalah yang ada sekarang ini dengan sebaiknya-baiknya. Semoga kita bisa menanggulangi banjir ini sesegera mungkin.”

Namun data warga yang mengungsi ini belum termasuk mereka yang tinggal di wilayah Jabodetabek. Evakuasi warga yang tinggal di wilayah tergenang dilakukan oleh tim terpadu termasuk Palang Merah Indonesia.

Sementara itu, PLN mengatakan mereka memadamkan sementara listrik di 724 wilayah yang terkena banjir.

Curah hujan “mencapai rekor tertinggi” di sejumlah wilayah Ibu Kota, termasuk Halim dan seputar Taman Mini, Jakarta Timur.

Kepala Pusat Meteorologi Publik, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Fachri Radjab mengatakan puncak hujan diperkirakan masih terjadi di pertengahan Januari hingga awal Maret nanti.

Menurut BMKG, hujan dengan intensitas sedang-lebat yang mengguyur Jakarta sejak Selasa (31/12/19) malam, belum merupakan puncak musim hujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *