Longsor Putus Jembatan di Lebak, Ribuan Warga Terisolir

Jembatan putus di Kampung Cinyiru, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak.
banner 468x60

LEBAK, insidepontianak.com – Jembatan penghubung antara Kabupaten Lebak dan Kabupaten Bogor rusak parah akibat terjangan banjir bandang, Rabu (1/1/20). Akses kedua wilayah tersebut untuk sementara tidak bisa dilewati.

Pihak kepolisian menghimbau agar masyarakat mengutamakan keselamatan. “Satu jembatan gantung yang menghubungkan antara Kampung Tanjunggirang, Desa Cilangkap dengan wilayah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor mengalami rusak berat,” kata Kasatlantas Polres Lebak, AKP Fikry Ardiansyah, disela-sela mengatur arus lalu lintas, Kamis (2/1/20).

Muat Lebih

Berdasarkan catatan Satlantas Polres Lebak, banyak akses jalan dan jembatan yang tidak bisa dilewati. Banyak jembatan putus, tertutup material lumpur, hingga hanyut terbawa arus banjir bandang.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Lebak Gedong, tepatnya di Jalan Raya Cipanas-Citorek, tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Kemudian terputusnya jembatan yang menghubungkan antara Desa Banjaririgasi dan Desa Lebaksangka.

Di Kecamatan Cipanas, terputusnya akses jalan Kampung Cinyiru Desa Haurgajrug akibat tanah longsor. Akses jalan dari Kecamatan Cipanas menuju Kecamatan Muncang, untuk sementara tidak bisa dilalui kendaraan, tepatnya di jembatan Nunggul.

Ada lagi di Kecamatan Sajira, ada tiga jembatan putus. Kemudian di Kecamatan Curug Bitung, jembatan penghunung antara Desa Cilangkap menuju Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor terputus. “Tidak bisa dilalui akibat material longsor menutupi ruas jalan di beberapa titik,” ujar AKP Fikry seperti dilansir Vivanews.

Sedangkan akses ruas jalan dari Cipanas menuju Warung Banten, Kabupaten Lebak, Banten, dibuka setelah Dinas Pekerjaan Umum mengerahkan alat berat sejak kemarin sore.

“Jalan sepanjang 120 meter sekarang sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Roda dua untuk umum, tapi roda empat hanya logistik yang kami izinkan dikawal (dilewati),” kata Pelaksana Tekhnis Ruas Jalan Cipanas-Warung Banten, Kuncoro.

Setidaknya dua unit alat berat diterjunkan oleh Dinas PUPR untuk terus membuka beberapa jalan yang masih belum bisa dilewati, agar korban banjir bandang dan longsor tidak terisolir dan bantuan dapat segera masuk.

Kuncoro menargetkan dalam dua hari kedepan, sebanyak 12 titik longsor dan jalan amblas dapat dibuka untuk mempermudah akses evakuasi, pengobatan dan pengiriman bantuan kepada para korban.

“Tadi sudah cek sama Kapolres (Lebak) ke Cinyuru dan Muara, disana masih banyak titik longsor. Mudah-mudahan dua hari kedepan sampai Muara, kendaraan roda empat bisa sampai,” pungkas Kuncoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *