banner 468x60

Direktur Garuda Minta Maaf, Pilot ‘Sandera’ Penumpang di Bandara

  • Bagikan
Plt Direktur Utama Garuda Indonesia, Fuad Rizal menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang bernama Jessica. (Foto: kompas.com).

JAKARTA, insidepontinak.com – Penumpang Garuda Indonesia bernama Jessica dikabarkan mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari salah satu pilot maskapai tersebut.

Kejadian tak menyenangkan itu terjadi ketika Jessica bersama keluarganya terbang dari Jakarta ke Bali pada 4 Januari lalu. Saat itu Jessica bersama suami dan tiga anaknya terbang dengan pesawat GA 404 dan duduk di kelas bisnis.

Lewat kicauan di akun Twitter-nya, Jessica mengaku sempat ditahan oleh lounge attendant Bandara I Gusti Ngurah Rai karena dituduh menghina maskapai Garuda. Petugas lounge attendant menahan Jessica setelah diperintahkan oleh pilot pesawat GA 404.

Kejadian itu bermula saat pesawat hendak mendarat, salah satu anak Jessica merasakan ingin buang air besar. Karena pesawat hendak mendarat, kru kabin melarang suami Jessica membawa anaknya ke toilet.

Lantaran tak diizinkan, suami Jessica sempat menggerutu. Rupanya, umpatan Jessica tersebut didengar oleh awak kabin. Awak kabin kemudian mengadukan hal tersebut ke pilot pesawat.

Setelah pesawat mendarat, Jessica bersama keluarganya menuju lounge Bandara I Gusti Ngurah Rai. Namun, saat akan keluar dari lounge, Jessica bersama suaminya tak dizinkan untuk keluar.

Menanggapi insiden tersebut, Plt Direktur Utama Garuda Indonesia, Fuad Rizal menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami Jessica.

“Saat ini Garuda Indonesia sedang melakukan investigasi atas pilot dimaksud untuk mengetahui lebih lanjut dugaan apakah yang bersangkutan telah melampaui kewenangannya ketika bertugas atau telah bekerja sesuai prosedur,” ujar Fuad dalam keterangan tertulisnya yang dimuat kompas.com, Selasa (7/1/20).

Fuad mengaku terus berkomunikasi dengan Jessica terkait permasalahan tersebut. Pihaknya berupaya menyelesaikan masalah ini dengan cara baik-baik. “Kami terus berkomunikasi dengan penumpang tersebut dan berupaya menyelesaikan permasalahan yang terjadi dengan sebaik-baiknya,” kata Fuad.

 

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: