Jaksa Tuntut Pandus dan Yosef 2 Tahun, Pengacara: Mereka Korban

Zakarias, kuasa hukum Pandus dan Yosef alias Ateng terdakwa suap sejumlah proyek di Kabupaten Bengkayang, menyebut klienya hanya korban. (Foto: insidepontianak.com).
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Zakarias, kuasa hukum Pandus dan Yosef alias Ateng terdakwa suap sejumlah proyek di Kabupaten Bengkayang, menyebut klienya hanya korban.

Pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi Pontianak, Pandus dan Ateng dituntut 2 tahun penjara dengan denda Rp50 juta. Jaksa menilai kedua terdakwa terlibat suap terhadap Bupati Bengkayang nonaktif, Suryatman Gidot.

Muat Lebih

Zakarias mengatakan akan menyiapkan dalil-dalil yang kuat untuk melepaskan kliennya dari jeratan hukum.

“Kami tetap minta hakim membebaskan terdakwa. Upaya kami akan mencari dalil yang menguatkan. Intinya mereka ini (Pandus dan Ateng) korban dari pejabat Bengkayang yang meminta sejumlah uang, namun proyeknya tidak ada,” kata Zakarias di PN Tindak Pidana Korupsi Pontianak, Selasa (7/1/20).

Zakarias meyakini, kliennya tidak memiliki niat menyerahkan uang kepada para pejabat yang tertangkap tangan KPK. “Bukan kasus gratifikasi. Lain halnya dengan OTT (terdakwa) yang lain. Mereka, berusaha mendekati pejabat dan menyerahkan uang. Kami minta klien kami dibebaskan,” tutupnya.

Selain Yosef alias Ateng dan Pandus, PN Tipikor juga menggelar sidang tuntutan terhadap terdakwa lainnya, Bun Si Fat dan Rodi. Keempatnya diduga sebagai pihak pemberi uang dalam kasus korupsi proyek pekerjaan di Pemerintah Kabupaten Bengkayang tahun 2019. (IP-05).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *