Terdakwa Suap Bupati Bengkayang, Rodi Dituntut 2 Tahun Penjara

Nasib Rodi sama dengan Pandus dan Yosef alias Ateng. Sama-sama dituntut jaksa 2 tahun penjara dan denda Rp50 juta. (Foto: insidepontianak.com).

PONTIANAK, insidepontianak.com -Menggunakan peci putih berompi orange, terdakwa Rodi tertunduk lesu di kursi pesakitan, saat mendengarkan tuntutan pidana.

Penasehat hukumnya yang duduk berseberangan dengan JPU, juga terlihat hikmat mendengarkan fakta hukum yang dibacakan jaksa.

Bacaan Lainnya

Rodi mendapat giliran sidang terakhir mendengarkan tuntutan Jaksa KPK, setelah Pandus dan Yosef alias Ateng, dalam sidang lanjutan perkara korupsi suap sejumlah proyek di Kabupaten Bengkayang, Selasa (7/1/20) di Pengadilan Negeri Tipikor Pontianak.

Rodi merupakan kontraktor yang ikut dicuduk KPK dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Bengkayang nonaktif, Suryadman Gidot.

Nasib Rodi sama dengan Pandus dan Yosef alias Ateng. Sama-sama dituntut jaksa 2 tahun penjara dan denda Rp50 juta. Rodi dinilai jaksa terbukti memberi suap lewat perantara ASN untuk Gidot, dengan iming-iming pengerjaan sejumlah paket proyek.

“Terdawak secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi,” kata JPU saat membacakan tuntuan terhadap Rodi.

Adapun pertimbangan yang memberatkan terdakwa dalam tuntutan itu adalah, dinilai tadak mendukung pemberantasan korupsi yang kini gencar dilakukan pemerintah.

Sementara yang dianggap meringankan, terdakwa dianggap berlaku baik selama menjalai proses hukum hingga persidangan. “Terdakwa Rodi ditutut pidana 2 tahun penjaran dan denda 50 juta,” tutup Jaksa membacakan akhir kesimpulan tuntuan. (IP-07).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *