Diduga Dianiaya, Bocah di Sungai Kakap Tewas dengan Lebam di Sekujur Tubuh

Foto: Ilustrasi

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sungguh malang nasib Axelle Raditiya Ramadan. Bocah 9 tahun, warga Komplek Star Borneo 8 Regency I Blok F, Sungai Kakap, Kubu Raya, meninggal dengan lebam di sekujur tubuhnya.

Penyebab kematian bocah itu sampai saat ini masih misteri. Jenazahnya telah dioutopsi oleh Satreskrim Polres Kubu Raya, Rabu (8/1/20) di RSUD Soedarso.

Bacaan Lainnya

Axelle Raditiya Ramadhan tewas di kediaman orang tuanya. Kejadian naas itu terjadi Selasa, (7/1/20). Diduga bocah itu meninggal karena tindak kekerasan.

Usai outopsi, jenazah langsung dimakamkan. “Tadi mamaknya ada saat pemakaman,” kata Ketua RT setempat, Asmari ditemui di kediamannya, Sungai Kakap.

Setelah pemakaman, rumah orang tua korban kosong. Pantauan insidepontianak.com, hanya tenda yang tersisa. Sampah gelas plastik air mineral bekas orang melayat, masih beserakan di teras rumah.

Menurut Asmari, keluarga korban adalah warga baru di kompleks perumahan  tersebut. Bahkan, keluarga ini belum melapor sebagai warga pendatang.

“Saya baru ketemu saat kejadian kemarin. Kejadian itu sekitar jam 3 sore. Katanya, perempuanya (ibu korban) dari Jawa. Suaminya orang Pontianak,” tuturnya.

Asmari mengaku tidak tahu persis kronologi kejadian. Begitu menerima laporan warga, dia bergegas mendatangi tempat kejadian. “Ketika saya tiba, memang betul, bocah 9 tahun itu sudah meninggal,” kata Asmari.

Asmari juga tidak sempat memeriksa tubuh korban. Pasalnya, saat tiba di rumah duka, jenazah korban sudah ditutup kain panjang. Hanya tinggal wajah saja yang tampak. “Saya hanya melihat kondisi muka korban. Memang, banyak yang lebam di wajah kiri dan kanan. Ibu korban bilang, katanya jatuh main sepatu roda.”

Sampai saat ini, identitas lengkap kedua orang tua korban belum diketahui. Asmari sebagai Ketua RT pun mengaku tidak mengetahui siapa nama kedua orang tua korban tersebut.

“Tapi katanya, mamak korban memang orang tua kandung. Bapaknya itu bapak tiri. Mereka baru pindah. Beli perumahan oper kredit. Tapi belum melapor,” kata Asmari.

Selama 8 tahun menjabat Ketua RT, Asmari mengaku belum pernah mendapat laporan keributan ataupun cekcok warganya.

Satreskrim Polres Kubu Raya masih terus mendalami kejanggalan kematian Axelle Raditiya Ramadhan. Rumah duka saat ini sudah dikosongkan. “Kuncinya ada sama saya. Mungkin nanti akan di-police line,” kata Asmari. (IP-05).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *