Ratusan ASN Palangka Raya Ajukan Cerai, Ada Apa?

Libur Lebaran
UPACARA - Menpan RB memantau ASN yang tak masuk kerja pascalebaran dengan aplikasi, Minggu (9/6/2019). (Foto Kemenpan RB)
banner 468x60

PALANGKA RAYA, insidepontianak.com – Sejumlah pasangan suami istri berstatus aparatur sipil negara (ASN) di Palangka Raya ramai-ramai ingin bercerai. Jumlah ASN yang mengajukan cerai ke pengadilan agama setempat mencapai ratusan.

Berdasarkan data Pengadilan Agama Palangka Raya sejak 3 tahun terakhir jumlah perkara perceraian ASN yang masuk mencapai 152 gugatan. Jumlah tersebut cenderung meningkat setiap tahunnya.

Muat Lebih

“Sampai Desember 2019, total gugatan khusus pasangan yang berstatus ASN 152 gugatan. Setiap tahun, mengalami kenaikan tapi tidak banyak,” kata Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Palangka Raya, Siti Rumiah.

Menurut Siti, gugatan perceraian selama ini tidak hanya diajukan oleh kaum wanita, ada juga dari kalangan pria. “Hampir sama saja, baik laki-laki maupun perempuan jumlahnya sama-sama banyak,” ujar Siti seperti dilansir Borneonews.

Siti menjelaskan, gugatan cerai dibagi menjadi dua jenis. Yakni cerai gugat yang diajukan oleh wanita, dan cerai talak yang diajukan oleh pria. “Kategorinya dibagi seperti itu, dari situ nanti akan diketahui mana yang dominan.”

Meski belum diketahui secara pasti penyebab perceraian, kuat dugaan berubahnya pola hidup menjadi salah satu penyebab para ASN memutuskan mengakhiri rumah tangga.

Di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kasus perceraian ASN mayoritas terjadi pada para guru. Tunjangan sertifikasi guru sedikit banyak mengubah pola hidup pegawai negeri.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Cirebon, Kalinga mengatakan, motif ekonomi menjadi alasan dominan gugatan cerai. ”Gaya hidupnya berubah, kebutuhan hidup jadi semakin banyak. Jadinya, tidak sedikit juga kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi, lalu ribut lagi,” kata Kalinga.

Perceraian terjadi pada beragam pasangan. Ada yang terjadi pada pernikahan sesama ASN, ataupun pasangan yang salah satunya adalah ASN.

Menurut Kalinga, yang paling banyak terjadi adalah perceraian antar pasangan ASN karena keduanya menilai diri sudah sama-sama mapan sebagai pegawai. “Banyaknya perceraian perlu menjadi perhatian. Kami berusaha menyelamatkan rumah tangga para PNS.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *