Sayang Kubu Raya: Komunitas Sosial Berbagi Kebahagiaan ke Yatim Piatu dan Dhuafa

Sayang Kubu Raya
MENANJAK - Anggota komunitas Sayang Kubu Raya berpose tangan 'Menanjak' yang jadi ciri khas salam Kubu Raya.
banner 468x60

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Kepedulian mungkin dimiliki setiap orang, namun ketika digabungkan, bukan tidak mungkin efeknya lebih besar dan kontinu. Setidaknya, hal itu yang coba dilakukan komunitas Sayang Kubu Raya.

Mungkin, bagi anak-anak panti asuhan, sekadar makan durian atau jalan-jalan ke mol jadi pengalaman langka. Atau bagi mereka yang sedang cekak, potong rambut pun jadi sesuatu yang dipertimbangkan. Hal-hal sederhana inilah yang dilakukan Sayang Kubu Raya. Mewujudkan yang bagi sebagian orang biasa, jadi lebih bermakna.

Muat Lebih

Sayang Kubu Raya
Satu di antara anak nelayan Sungai Kakap tengah potong rambut,

Sayang Kubu Raya terbentuk awal 2019. Pada mulanya dari Sayang Pontianak. Beberapa dari anggota komunitas itu, orang Kubu Raya. Rasa-rasanya, tak adil jika pusat pergerakan hanya di kota.

“Saya terinsipirasi dari gerakan teman-teman Sayang Pontianak dan komunitas lainnya yang peduli terhadap anak-anak yatim piatu dan dhuafa, sehingga timbullah pemikiran saya untuk bisa juga mengembangkan dan membentuk komunitas Sayang Kubu Raya,” ujar salah satu di antara pendiri Sayang Kubu Raya, Juliansyah, Rabu (8/1/2020).

Sayang Kubu Raya
Salah satu pendiri Sayang Kubu Raya, Juliansyah.

Sasaran mereka di Kubu Raya memang jauh lebih luas. Namun paling tidak, apa yang diupayakan, selaras dengan upaya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam memperhatikan anak yatim piatu dan dhuafa. Menanjak pun harus bersama, tak bisa hanya satu tangan saja.

“Kami mencarikan mereka donatur dan orang tua asuh untuk memenuhi kebutuhan. Mulai dari memberikan mereka uang jajan setiap bulannya, sampai ada yang menanggung biaya kehidupan mereka,” terangnya.

Sayang Kubu Raya
Salah satu donatur belanja lebaran anak yatim piatu dan dhuafa saat menemani mereka belanja.

Setahun lebih berkontribusi, sejumlah agenda sudah dilakukan. Sebagian besar bekerja sama dengan komunitas lain, satu di antaranya Rumah Zakat.

Beberapa yang terlaksana misalnya, pertama, potong rambut bersih-bersih dalam menyambut Ramadan untuk nelayan dan anak nelayan Sungai Kakap. Kegiatan ini kolaborasi bersama beberapa komunitas, salah satunya Barbershop Pontianak dan Sungai Kakap.

Sayang Kubu Raya
Salah satu penerima program satu ekor ayam menyambut Ramadan.

Kedua, kegiatan berbagi satu ekor ayam dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan yang diperuntukkan bagi anak yatim dan dhuafa. Semuanya hasil donasi para donatur.

Sayang Kubu Raya
Anak yatim dan dhuafa berbuka puasa dengan es krim kepala muda.

Ketiga, buka puasa bersama anak yatim piatu dengan es krim kelapa muda khasnya Kubu Raya. Kelapa muda memang komoditas andalan hasil alam daerah tersebut. Kolaborasi Sayang Kubu Raya dan Rumah Zakat menyukseskan agenda ini.

Keempat, berbagi buka puasa bersama anak yatim piatu dan anak nelayan dengan menu udang bakar yang dilaksanakan di tepian muara Sungai Kakap. Sayang Pontianak, Rumah Zakat dan sejumlah donatur ikut ambil bagian mewujudkannya.

Sayang Kubu Raya
Berenang bersama 300 anak yatim piatu Kubu Raya.

Setelah itu, ada belanja kado lebaran anak yatim piatu dan dhuafa bersama para donatur; berbagi satu kilogram daging sapi untuk guru ngaji dalam menyambut Hari Raya Idulfitri; berenang bersama 300 anak yatim piatu di Qubu Resort, dan; pesta makan durian bersama anak yatim piatu dan dhuafa se-Kecamatan Sungai Kakap.

“Ini semua berkat kerja sama semua komunitas yang ikut tergabung, Sayang Kubu Raya, Rumah Zakat, Sayang Pontianak, GKM, Sijum, Sedekah Yatim, dan para donatur, serta Pemerintah Kabupaten Kubu Raya,” jelasnya.

Sayang Kubu Raya
Belanja lebaran anak yatim piatu Kubu Raya di mol dengan donasi para donatur.

Ke depan, agenda serupa akan dirutinkan. Dengan tentu berpindah, dari satu desa ke desa, dari kecamatan ke kecamatan, namun tetap dengan tujuan membahagiakan.

“Sesuai arahan Bapak Bupati, insyaallah beliau akan menggandeng Sayang Kubu Raya, Rumah Zakat dan para pemilik durian untuk bekerja sama pada musim durian berikutnya yang diperkirakan bulan Agustus. Rencananya mengundang seluruh anak yatim piatu dan dhuafa se Kabupaten Kubu Raya makan durian bersama di Aula Kantor Bupati Kubu Raya,” kata pemuda 25 tahun ini.

Sayang Kubu Raya
Salah satu anak yatim piatu dan dhuafa makan durian bersama.

Tahun ini, selain agenda yang telah berjalan, mereka juga menargetkan menyelesaikan data base anak yatim piatu se kabupaten.

Sayang Kubu Raya
Bupati Muda Mahendra dan Wakil Bupati Sujiwo beserta para panitia pesta durian.

“Kami berharap ke depannya semua masyarakat dapat bergotong-royong saling membahu dan saling peduli dengan sekitar, misalnya menolong anak yatim piatu dan dhuafa yang kesusahan. Kami juga berterima kasih ke donatur dan semua pihak yang selama ini ikut berkontribusi,” tutupnya. (IP/08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *