banner 468x60

Keluarga Ikhlas, Passya Korban Tenggelam di Kolam Renang Ampera Dimakamkan

  • Bagikan
Kota Pontianak
DIMAKAMKAN - M Passya Saputra, siswa Mts 2 yang meninggal akibat tenggelam di kolam renang Ampera Pontianak dimakamkan, Sabtu (11/1/2020). (Foto Insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak – Jenazah siswa kelas 7 Mts II Pontianak, M Passya Saputra yang meninggal akibat tenggelam di kolam renang Ampera, sudah dimakamkan keluarganya, Sabtu (11/1/2020), selepas asar atau sore.

Almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga di Komplek Batara Indah 1, Jalan dr Wahidin, Gang Alhikmah tak jauh dari rumah orang tuanya.

Duka mendalam masih menyelimuti kedua orang tua korban, Fida dan Iriawan pekerja swasta pasca ditinggal anak keduanya tersebut, untuk selamanya.

Menjelang maghrib tadi, sejumlah kerabat dan teman dari keluarga Iriawan masih berdatangan untuk memberi dukungan moril. Agar keluarga yang ditinggalkan, tabah menerima takdir ilahi tersebut.

Bocah 12 tahun itu, memang pergi untuk selamanya secara mengejutkan. Bak anak ayam disambar elang saja. Passya berpulang dalam waktu yang begitu cepat.

“Kedua orang tua almarhum masih sangat syok,” tutur paman Almarhum, Yuris ditemui di rumah duka usai pemakaman korban.

Yuris sendiri bercerita, punya kenangan khusus dengan Passya. Menurutnya, si keponakan adalah anak yang cerdas dan pintar. Tak hanya itu, “Dia sangat rajin salat. Magrib dan isya rutin ke masjid, salat berjamaah,” kenangnya.

Sepengetahuannya, almarhum pandai berenang. Namun, jarang berenang di kolam renang orang dewasa. Seperti kolam renang Ampera milik Pemkot Pontianak tersebut.

“Dia bisa berenang. Tapi biasanya di kolam hotel saja,” katanya.

Waktu berenang di kolam renang Ampera, almarhum berangkat berenang atas sepengetahuan orang tuanya. Bahkan, sang ayahnya sendiri yang mengantar.

Setiba di area kolam renang, ada lima kawan Passya sudah tiba di sana. Sang bapak sempat tanya ke almarhun, “Mau ditunggu tak? Namun si anak bilang, tak usah.”

Lalu, orang tua Passya pun keluar. Dia ada urusan lain, sekaligus menjemput anak bungsunya pulang sekolah.

“Nah, di belakang ayahnya itu lah almarhum tenggelam. Sebab dia tenggelam kita juga tidak tahu pasti karena apa,” imbuhnya.

Almarhum, sempat dibawa ke klinik di Pal V untuk diberi pertolongan medis. Namun, klinik itu tidak buka. Kemudian, almarhum dirujuk ke RS Santo Antonius.

“Dan tak lama saya ditelepon, dia (Passya) sudah tidak ada (meninggal dunia),” ujarnya.

Menurut Yuris, dari keterangan pihak RS Santo Antonius, korban sudah meninggal sejak di perjalanan menuju rumah sakit.

“Sampai di rumah sakit dia (Passya) sudah tak ada lagi detak nadi, tidak ada lagi denyut jantung. Kita anggap, kejadian ini musibah. Memang takdirnya seperti itu, ajal sudah sampai, ya sudah,” tutupnya.

Kapolsek Pontianak Kota, Kompol Sugiono mengatakan korban ditemukan tenggelam di kolam renang tersebut oleh dua orang pengunjung.

Lantas, si pengunjung itu melaporkan kejadian tersebut ke penjaga kolam renang. Singkat cerita, korban yang tenggelam tersebut langsung evakuasi.

Kemudian korban diberikan pertolongan pertama oleh penjaga kolam renang dan orang-orang yang ada di sekitar kolam renang itu, dengan cara menekan dada korban. Cara itu sedikit mengeluarkan air dari mulut korban. Setelah itu, korban sempat dibawa ke mushola dekat kolam renang.

Saat itu, korban sudah tidak sadarkan diri. Melihat kondisi korban memburuk, pengelola kolam renang, segera melarikan korban ke klinik terdekat di Pal V untuk segera diberi pertolongan medis.

Ternyata klinik tersebut tutup. Kemudian korban langsung dilarikan lagi ke RS Santo Antonius. Namun upaya itu gagal menyelamatkan nyawa korban. Korban pun dinyatakan sudah meninggal.

“Menurut keterangn saski, korban tenggelam diduga kakinya keram, usai menolong temannya berenang,” tutupnya. (IP-05)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: