banner 468x60

Penjaga Kolam Jelaskan ‘Pagi Nahas’ yang Renggut Nyawa Siswa MTs

  • Bagikan
TENGGELAM - Seorang siswa Mts tenggelam di kolam renang Ampera, Kota Pontianak, Sabtu (11/1/2020)

 PONTIANAK, insidepontianak.com – Maut tak ada yang menyangka. Seperti yang dialami siswa Mts bernama Pasya, Sabtu (11/1/2020). Sekitar pukul 09.15 WIB, nyawa bocah itu akhirnya tak tertolong setelah tenggelam di Kolam Renang Ampera.

Pasya bukan tak pandai berenang. Dia diduga mengalami kram saat berenang. Tubuhnya pun tenggelam di kolam renang kedalaman 1,8 meter tersebut.

“Korban bisa berenang. Kemungkinan korban kram. Kawannya tuh, enggak nyangka korban tenggelam. Dikira korban memang sengaja menyelam,” cerita pengawas kolam renang, Reno Kurniawan diwawancarai di lokasi.

Korban diketahui tenggelam, usai dua orang pengunjung yang berenang mendapati korban sudah tenggelam. Menurut Reno, korban berenang memang tidak menggunakan baju renang kusus.

“Setelah diangkat, kami memompa dadanya. Saat dipompa, ada keluar air sama makanan. Masih ada denyut nadi. (Korban) sempat diberikan oksigen. Tapi tak ada perubahan,” ucapnya.

Setelah itu, korban langsung dilarikan ke Klinik di Pal 5, Sungai Jawi, Pontianak Barat. Klinik itu paling dekat dari lokasi kejadian, namun tutup. Lantas korban dibawa ke RS Antonius.

“Baru kali ini (kecelakan pengunjung tenggelam) terjadi,” imbuhnya.

Reno menuturkan, aturan berenang di Kolam Renang Ampera, minimal  harus berusia 12 tahun. Pengunjung yang di bawah usia itu tak dibolehkan masuk.

“Kita juga selalu kasi pengumuman. Yang tidak bisa berenang tidak boleh masuk sini,” katanya.

“Setiap beberapa menit, kita selalu umumkan aturan berenang di sini,” tandasnya. (IP-05)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: