Alasan Kicut Nekat Kabur dari Tahanan Karena Kebelet ‘Nge-flay’

INTEROGASI - Kapolresta Pontianak menginterogasi salah satu tahanan Polsek Pontianak Utara yang kabur, Senin (13/1/2020).
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Absurd, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan alasan Syamsul alias Kicut kabur dari tahanan Polsek Pontianak Utara, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (11/1/2020) lalu. Dia tak tahan ingin nge-fly. Kicut lantas mengajak tiga rekan lain, Ronal, Syarif Ali Nafia alias Ali, dan Khairul Fahmi alias Khairul, melarikan diri.

Saat diinterogasi, pemuda 32 tahun itu mengaku langsung ke Beting, Pontianak Timur, usai melolos atap tahanan.

Muat Lebih

“Saya makai (narkoba) di sana,” ujarnya menunduk, saat diintrogasi Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin, Selasa (14/1/2020) dini hari.

Hasil tes urin oleh Satres Narkoba Polresta Pontianak, Kicut dinyatakan positif mengonsumsi zat metafitamin. Bahkan, pengaruh barang haram masih berefek saat pria asal Sungai Ambawang itu diringkus.

Apa yang ditanya polisi, sesekali dijawabnya dengan tawa, layaknya giting. Kesadarannya masih setengah.

Kepada Kapolresta, dia mengaku sudah lima tahun mengonsumsi barang haram tersebut.

“Semalam Kicut masih mengonsumsi narkoba. Terbukti, tadi kita tes urin. Hasilnya positif menggunakan sabu,” jelas Kapolresta.

Kicut dan tiga tahanan yang kabur itu, akan diberi pasal pemberatan tambahan karena melarikan diri dari tahanan Polsek Pontianak Utara. Mereka berhasil kembali diringkus Senin (13/1/2020).

“Dengan adanya kasus melarikan diri ini, tentunya akan kita BAP ulang kepada para pelaku dan akan kita kenakan pasal pengrusakan juga,” tegas Kapolres. (IP-05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *