Karmele Sebut Konflik Orangutan dan Warga Akibat Hutan Dirusak

Kabupaten Ketapang
DITEMUKAN - Dua individu orangutan terdiri dari induk dan anak, ditemukan dalam kondisi mengenaskan akibat hutan tempat mereka hidup, terbakar oleh api. (Foto IAR)
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Direktur IAR Indonesia, Karmele L Sanchez menyebutkan, konflik individu orangutan dengan warga muncul karena hutan dirusak oknum tak bertanggungjawab.

Akibatnya, individu orangutan nyaris tak punya habitat. Mereka terpaksa lari ke kebun warga untuk mencari makan, supaya bisa bertahan hidup.

Muat Lebih

“Mereka (orangutan) tidak punya pilihan lagi. Karena hutan-hutan sebagai rumahnya dibakar,” kata Karmele L Sanchez dalam rilis yang diterima insidepontianak.com, Rabu (15/1/2020).

Dua individu orangutan yang baru diselamatkan oleh tim gabungan

Orangutan di Ketapang

(WRU) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I BKSDA Kalbar dan IAR Indonesia, nyaris menjadi korban akibat kebakaran hutan.

Untung saja, dua orangutan induk dan anak itu, mampu bertahan hidup. Sang induk bisa menjaga bayinya, tanpa makanan mencukupi selama berbulan-bulan.

“Kami sangat prihatin melihat bagaimana orangutan ini berusaha mempertahankan hidup, dengan kondisi habitat yang semakin hancur dan musnah,” ucap Karmele.

Karena itu, dia berharap kedepan, manusia semakin sadar. Tak lagi merusak lingkungan dan membakar hutan.

“Tanpa hutan, tidak hanya orangutan yang tidak bisa mempertahankan eksistensinya di muka bumi, tetapi manusia juga akan mendapatkan konsekuensi yang sama,” pungkasnya. (IP-05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *