Kasus Penyeludupan Satwa Pertama yang Terungkap di Tahun 2020

Sungai Kapuas
BURUNG - Burung-burung yang diseludupkan melalui jalur laut dengan menggunakan kapal barang, menjadi satu cara dalam mengelebui petugas. (Foto Andi R/Insidepontianak.com)
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com- Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan, pengungkapan kasus penyeludupan satwa dilindungi yang dilakukan Lantamal XII Pontianak menjadi yang pertama ditahun 2020.

“Untuk tahun 2020 ini yang pertama,” katanya kepada awak media, Rabu, (15/1/2020) siang.

Muat Lebih

Jika melihat karakteristik satwa-satwa yang diamakan tersebut. Sadtata memprediksi satwa-satwa tersebut berasal dari wilayah timur Indonesia yakni NTT, Maluku, sampai Papua.

Kendati demikian, Sadtata menilai perlu pengecekan kembali. Disamping itu, jika melihat kondisi satwa-satwa yang diamakan juga cendetung sudah jinak.

“Beberapa dari mereka sudah tidak terlalu liar. Mereka tidak panik saat dikerumuni manusia. Bahkan dipegang pun tidak panik, kayaknya sudah terbiasa dengan bau manusia,” ungkapnya.

Tahap awal, satwa-satwa tersebut akan dikembalikan ke BKSDA Kalbar. Barulah nanti, akan dipantau kesiapan satwa-satwa tersebut dilepasliarkan ke habitatnya.

Sementara, proses hukum terhadap kasus penyelundupan itu akan tetap berproses di Balai Penegakan Hukum, Kementerian Lingkungan Hidup.

Sebanyak 14 pelaku penyelundupan satwa dilindungi ini pun terancam dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. (IP-06)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *