PN Ketapang Gugurkan Tuntutan Pemda terhadap Pemilik Pasar Tradisional

DIGUSUR - Pemda Ketapang menggusur pedagang di Pasar Haji Bujang Hamdi atau Pasar Haji Sani di Jalan K.H Mansyur, Kabupaten Ketapang. (Foto Tribun Pontianak) Dok)
banner 468x60

KETAPANG, insidepontianak.com – Setelah melewati 7 bulan masa persidangan melawan pemerintah daerah Kabupaten Ketapang, Nurbaini, ahli waris selaku pemilik lahan Pasar Bujang Hamdi akhirnya mendapatkan vonis bebas murni oleh majelis hakim, Rabu (15/1/2020).

Pemerintah menuduh Nurbaini telah melakukan praktik perdagangan tanpa izin.

Muat Lebih

Aksi perlawanan yang sudah dilakukan pedagang Pasar Haji Bujang Hamdi, atau Pasar Haji Sani untuk memprotes tindakan penggusuran yang berkali-kali dikalukan pemerintah daerah, terhadap pasar tradisional  di Jalan K.H Mansyur, Kabupaten Ketapang.

Bahkan, tahun 2017 lalu, telah terjadi peristiwa bentrokan yang terjadi, saat ratusan petugas Satpol-PP dan Polres Ketapang, melakukan penggusuran pasar yang mendapatkan perlawanan sengit dari para pedagang.

Selasa siang, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ketapang memberikan vonis bebas kepada Nurbaini yang didakwa telah melakukan praktik perdagangan ilegal di atas lahan miliknya, yang dilaporkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Ketapang.

Koordinator pedagang Isa Anshari mengatakan, kasus sangkaan yang sangat tidak berdasar oleh pemerintah daerah Kabupaten Ketapang, sudah lama dikawal oleh seluruh pedagang pasar. Yang akhirnya dimenangkan oleh majelis hakim, karena memang banyak pasal yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Sementara itu, Herisas, kuasa hukum Nurbaini mengatakan, putusan majelis hakim pada kasus ini sangat disambut baik oleh pihak mereka.

Meski mendapatkan vonis bebas dalam kasus ini, Nurbaini masih harus menjalani masa tahanan dari kasus penyalahgunaan narkoba, dan berharap agar Pemkab Ketapang tidak tebang pilih dalam melakukan penertiban pasar tradisional yang banyak ditemukan di Kabupaten Ketapang. (rz/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *