Makna Bersih-Bersih Rumah dan Pemasangan Lampion Sambut Tahun Baru Imlek

BERSIHKAN - Warga Tionghoa di Gang Harapan, Kelurahan Siantan Tengah, terlihat memebersihkan rumah jelang Imlek, Kamis, (16/1/2020) pagi. (Foto: Andi Ridwansyah)
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Jelang perayaan tahun baru Imlek 2571/2020 etnis Tionghoa di Kota Pontianak mulai sibuk dengan aktivitas bersih-bersih rumah, hingga menghiasnya dengan ornamen khas. Salah satunya lampion merah yang bakal digantung di teras rumah.

Tokoh Tionghoa Pontianak, Ateng Tanjaya mengatakan, bersih-bersih rumah jelang Imlek menjadi hal yang wajib dilakukan. Selain untuk memperindah rumah, kegiatan tersebut juga memiliki makna tersendiri. Harapannya, di tahun depan lebih baik.

Muat Lebih

“Maknanya agar tahun yang akan datang lebih baik, dan besok harus lebih baik dari hari ini,” ungkapnya Kamis, (16/1/2020) siang.

Untuk itulah, jelang Imlek aktivitas memperbaiki rumah dan membersihkannya terus dilakukan. Biasanya, warga menghias rumah mereka di H-9 Imlek.

INDAH -Lampion menghiasi Jalan Selat Sumba II, Gang Harapan, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara, Kamis, (16/1/2020). (Foto: Andi)

“Kalau pasang lampion ini tidak wajib. Bagi yang tidak mampu tidak apa-apa. Namun semiskin apa pun dia harus bersih-bersih rumah, dan sembahnyang kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” paparnya.

Makna lampion sendiri sebagai penerangan, dan lentera kehidupan yang diharapkan selalu menyala. Bagi siapa pun etnis Tionghoa yang memasangnya,  menunjukan bahwa keluarga itu sudah mulai sejahtera.

“Di samping itu sebagai tanda khusus dari perayaan yang dipasang jelang Imlek dan Cap Go Meh,” pungkasnya. (IP-06)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *