banner 468x60

Berawal dari Keluhan Macet, Warga Inisiatif Buat Penyeberangan Air Jeruju-Batulayang, Pontianak

  • Bagikan
DISETOP SEMENTARA - Aktivitas penyeberangan pelampung Jeruju-Batulayang Pontianak dihentikan Dishub Pontianak karena dinilai tak berizin, Jumat (17/1/2020). (Foto: Andi)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Berawal dari kegelisahan warga perkara kemacetan dari Pontianak Barat ke Pontianak Utara, Winayadi membuat penyeberangan sendiri.

Sebagaimana diketahui, akses dua kecamatan di Pontianak itu hanya Jembatan Kapuas I, Jembatan Landak, dan penyeberangan feri Bardan-Siantan. Yang disebut terakhir, kini malah tengah dalam perbaikan.

Setiap harinya, puluhan warga yang umumnya bekerja sebagai buruh batako, penjaga kolam renang harus memutar jauh untuk sampai ke rumah mereka. Bahkan kerap kali, mereka datang terlambat lantaran terjebak macet.

“Akhirnya itulah, kami buat motor air ini tujuannya membantu karyawan dan masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Winayadi, Jumat (17/1/2020).

Sebelumnya, pelampung yang digunakan untuk menyeberang hanyalah sarana prasarana di lokasi kolam renang. Area rekreasi yang berada tepat di sebelah penyeberangan.

“Tapi setelah ada keluhan ini, kami akhirnya melengkapi kelengkapannya seperti pelampung depannya kami tambah lagi, dan kami tambah tangga kayu untuk naik turunnya sepeda motor,” terangnya.

Pelampung dengan panjang 10 meter dan luas empat meter itu, dapat menampung 15 sepeda motor, sekali jalan. Aktivitas penyeberangan ini sudah berlangsung seminggu terakhir.

“Operasinya sejak seminggu lalu. Untuk tujuan Jeruju ke Batulayang, di dermaga yang dibuat,” katanya.

Setiap pengguna sepeda motor dikenakan tarif Rp5 ribu per buah. Bagi yang boncengan, harganya Rp6 ribu. Sedang pejalan kaki, Rp2 ribu. Hanya butuh waktu lima menit untuk menyeberang.

“Sehingga sangat efisien sekali. Memudahkan warga yang memerlukan penyeberangan,” akunya.

Namun, sejak Jumat, (17/1/2020) aktivitas pelampung tidak lagi beroperasi. Dinas Perhubungan Kota Pontianak menyetop sementara operasionalnya karena tak memiliki izin.

“Tadi disuruh untuk tidak beroperasi, mau dicek dulu,” jelasnya.

Dia mengakui, pelampung penyeberangan tersebut memang tak memiliki izin. Dia pun tak keberatan dengan langkah Dishub Kota Pontianak untuk melakukan pengecekan sementara.

“Tidak masalah. Justu kami bersyukur ada perhatian, mungkin mau dievaluasi dulu. Namun, kami harapkan perahu motor tetap dapat berjalan,” pungkasnya. (IP-06)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: