Polda Kalbar Tangkap 6 Mobil dengan Tangki Modifikasi, Pihak SPBU Turut Diperiksa

Kabupaten Melawi
DITANGKAP - Polda Kalbar menangkap mobil dengan tangki modifikasi untuk membawa BBM bersubsidi di Melawi. (Foto Polda)
banner 468x60

MELAWI, insidepontianak.com – Praktik illegal BBM antara SPBU dan penampung minyak bersubsidi berhasil digagalkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Barat. Polda Kalbar berhasil menyita 5.200 liter BBM jenis solar di Kabupaten Melawi. Penangkapan terjadi pada Kamis (16/1/2020).

Direktur Reskrimsus Polda Kalbar, Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah mengungkapan bahwa pihaknya berhasil mengamankan 6 tersangka dengan modus menyulap tangki kendaraan dan menyiapkan drum plastik.

Muat Lebih

“Menindak lanjuti informasi dari masyarakat, Tim Subdit 4 Ditreskrimsus melakukan penyelidikan di salah satu SPBU di Kabupaten Melawi. Pada Kamis, 16 Januari, tim menemukan 6 kendaraan yang mengantri BBM jenis solar, dimana tangki sudah dimodifikasi dan juga membawa drum plastik,” ungkapnya kepada jurnalis, Minggu (19/1/2020).

Mahyudi menegaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, pihak SPBU menjual 5.700 liter dari harga yang ditetapkan oleh Pemerintah sebesar Rp 5.150, sehingga SPBU dengan sengaja telah mengambil keuntungan penjualan BBM jenis solar subsidi per liter sebesar Rp550.

BBM BERSUBSIDI – Tak hanya memodifikasi tangki mobil, polisi juga menemukan banyak sekali jerigen berisi BBM Bersubsidi di mobil. (Foto Polda)

“Selanjutnya para penampung ini menjual kembali melalui kios-kios dengan harga variatif  di wilayah Kabupaten Melawi,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, selain 6 tersangka dengan inisial AS, JA, AM, SW, I dan ED ditangkap berikut kendaraannya dengan BBM solar bersubsidi kurang lebih 5.200 liter, Dit Reskrimsus juga memeriksa manager SPBU yang terdaftar dengan NO. 64.786.07 untuk keterlibatannya.

“Sampai dengan saat ini masih dilakukan pendalaman dan pengembangan,” kata Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah.

Para pelaku terancam dikenakan Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukum 6 tahun penjara. (IP/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *