banner 468x60

Jarot: Data Dibutuhkan untuk Ketepatan Pembangunan

  • Bagikan
Rakorkab Sensus Penduduk 2020 (SP2020) di Aula Balai Praja Komplek Kantor Sekretariat Daerah, Kabupaten Sintang, Rabu (22/01/2020). (IST)

SINTANG, insidepontianak.com – Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan data penting untuk ketepatan pembangunan daerah. Kini, data landasan proyeksi tahunan masih dengan metode sensus penduduk. Karenanya penting agar semua akurat, diperbarui, dan kredibel.

“Sensus ini sangat penting, kita sekarang concern dengan bonus demografi, apakah bonus demografi itu sudah menjumpai kita, bahwa manusia produktif 15 sampai 64 tahun itu lebih banyak daripada manusia yang tidak produktif,” katanya dalam Rakorkab Sensus Penduduk 2020 (SP2020) di Aula Balai Praja Komplek Kantor Sekretariat Daerah, Kabupaten Sintang, Rabu (22/01/2020).

Dari bonus demografi, Pemkab bisa tahu jumlah angkatan kerja, pengangguran terbuka dan lain sebagainya. Dengan demikian arah kebijakan akan lebih jelas terutama bagi masa depan milenial.

“Kita tak tahu berapa semuanya, katanya 34 persen tapi masih pakai data proyeksi nanti dari sensus kita tahu besaran magnitude dari milenial ini berapa banyak,” lanjutnya.

Dia pun mengingatkan semua pihak untuk membantu sensus tersebut. Apalagi kini sudah ada program satu data Indonesia. Upaya pemerintah menyiapkan data yang akurat, mutakhir, akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan dan terpadu.

“Di situ isinya ada data statistik dan geospasial, mudah diakses oleh seluruh stakeholder dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Jadi, Indonesia ini sudah sadar data,” ungkapnya.

“Data penduduk ini (Sensus) diselenggarakan 10 tahun sekali, dimulai tahun 1961. Ini adalah induk data yang sebenarnya. Kita sampai tahun ini, dalam menyusun sasaran pembangunan dan menyusun rencana kegiatan masih menggunakan data proyeksi dari Sensus tahun 2010,” sambungnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sintang, Mochamad Suudi mengatakan dalam Sensus Penduduk 2020, BPS menggunakan dua tahap. Pertama, sensus secara mandiri dengan sistem daring (online) yang dilaksanakan pada tanggal 15 Februari sampai 31 Maret 2020. Kedua, pencacahan penduduk di lapangan pada Juli 2020.

“Diperlukan koordinasi dengan berbagai pihak dan sosialisasi secara massif agar masyarakat ikut terlibat dalam berkontribusi pelaksanaan sensus penduduk 2020,” tutupnya. (IP-06)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: