PITI Kalbar: Merangkul Muslim Tionghoa dan Santuni Duafa

  • Bagikan
PENGAJIAN- Pengajian rutin yang digelar PITI Kalbar tiap Kamis. (Andy)

 PONTIANAK, insidepontianak.com – Puluhan mualaf tergabung dalam Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kalbar, menggelar pengajian rutin yang dilaksanakan tiap Kamis. Masjid PITI Jalan Tanjungpura, Pontianak Tenggara jadi lokasi jemaah ini berkumpul.

Seperti yang terlihat pada Kamis (16/01/2020) pekan lalu.  Mereka tampak khusyuk melantunkan ayat-ayat suci Alquran di masjid itu. Meski sebagian jemaah baru memantapkan hati memeluk Islam, tapi tampak antusias. Pengajian bersama ini dituntun oleh ustaz dan guru agama.

Waktu itu, setidaknya 120 orang jemaah ikut pengajian. 40 diantaranya etnis Tionghoa. Sisanya etnis lain, misalnya Dayak, Batak, Jawa dan lainnya.

“Tiap Kamis, kita melaksanakan pengajian di sini. Biar bisa ngumpul semua dan saling mengenal. Kalau hari lain kita juga mengadakan pengajian per kecamatan,” kata Sekretaris PITI Kalbar.

Sejak berdiri pada 15 Desember 1972 silam, PITI Kalbar terus merangkul setiap warga Tionghoa yang berpindah ke Muslim. Mereka pun dibina dengan diberikan pendidikan agama Islam. Jumlah anggotanya saban tahun terus meningkat. Hingga kini tercatat 3.370 orang tergabung.

Seiring dengan perkembangannya, PITI tak bergelut dalam pembinaan terhadap para mualaf saja. Tapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Setiap bulan mereka punya program menyantuni masyarakat miskin yang luput dari sentuhan pemerintah.

“Kita juga punya program untuk anak yatim, janda/duda, kaum duafa yang  tidak mampu. Setiap bulan kita memberikan bantuan paket sembako,” ungkapnya.

Program tersebut telah berjalan sejak Agustus 2019. Penerimanya, tak memandang suku dan agama, asal memenuhi kriteria.

Untuk menentukan layak atau tidak, PITI memiliki tim survei yang melakukan pengecekakan. Sampai hari ini, sudah ada 30 paket yang dibagikan.

Pendanaan paket-paket sembako tersebut didapatkan dari para donatur, pengurus dan anggota. “Dananya dari para donatur, dan anggota yang punya kelebihan, dan mau menyumbang kita tampung,” terangnya.

Awalnya kegiatan berbagi paket sembako ini hanya dilakukan pengurus PITI setahun sekali. Namun, seiring dengan dorongan dan keinginan anggota, kegiatan tersebut digagas setiap bulan tanpa melupakan agenda tahunan.  “Agenda tahunan juga terus berjalan,” pungkasnya. (IP-06)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: