Berdiri Di Tengah Laut, Klenteng Hian Bu Ceng Tua Bisa Jadi Pilihan Destinasi Wisata Anda

KOKOH - Klenteng Hian Bu Ceng Tua atau yang dikenal Xiao Yi Shen Tang, kokoh berada di tengah laut, di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. (ANDI RIDWANSYAH)
banner 468x60

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Tak perlu jauh-jauh mencari destinasi wisata yang unik dan menarik. Sebab, Kabupaten Kubu Raya memiliki beragam destinasi menarik yang bisa menjadi pilihan Anda. Salah satunya, Klenteng Hian Bu Ceng Tua atau yang dikenal Xiao Yi Shen Tang.

Aksara Tiongkok tersebut dibaca Xiao Yi Shen Tang. Artinya Vihara Dharma Bakti. Biasa juga disebut Hian Bu Ceng Tua. Yaitu kumpulan dewa-dewa. Namun, masyarakat Desa Sungai Kakap menjuluki klenteng tersebut dengan nama Pekong Laut. Sebab lokasi berdirinya di tengah laut.

Muat Lebih

Sebagai salah satu klenteng tertua di Kecamatan Sungai Kakap, bangunan yang didominasi warna merah ini dikenal memiliki keunikan tersendiri. Mulai dari lokasinya, hingga corak dan bangunannya.

Ada dua corak warna yang khas yang dapat dilihat. yakni warna merah dan biru. Dinding bangunan berwarna dasar biru, dengan atap berwarna merah. Selain itu, bangunaan klenteng tersebut juga terbuat dari kayu belian yang tampak begitu kokoh.

Di depan pintu masuk terdapat lukisan beragam dewa yang memiliki arti khusus bagi orang Tionghoa.

Menurut salah seorang pengelola klenteng, Aseng, pekong tersebut sudah berdiri sejak tahun 1972 dan memiliki sejarah panjang.

“Kalau sejarahnya seingat saya berawal dari mimpi nelayan Tionghoa tentang dewa yang menyuruh membuat suatu tempat ibadah di tengah laut,” ungkapnya.

Alhasil, dibuatlah klenteng tersebut, yang telah berdiri 47 tahun. Dulunya, klenteng dikelola ayah Aseng, Kini, diturunkan kepadanya sebagai pemegag kunci sejak 10 tahun terakhir.

Pada usia yang cukup tua itu, klenteng tersebut juga sudah dua kali diperbaiki. Hal ini disebabkan rusaknya beberapa bagian bangunan akibat dihantam derasnya ombak dan kuatnya angin laut.

Meksi begitu, klenteng tersebut tetap kokoh berdiri, dan menjadi salah satu destinasi wisata, baik wisatawan lokal hingga luar Kalbar. Pengunjungnya pun beragam dari semua kalangan. Mulai yang sekadar jalan-jalan, hingga melepas kepenatan.

Bagi penghobi mancing, sekeliling klenteng tak kalah menarik. Tak heran jika banyak yang datang untuk memancing.

Pada Imlek 2571 ini, pria 66 tahun ini memprediksi jumlah pengunjung akan meningkat dibanding hari biasa. Terutama bagi etnis Tionghoa. Sebab mereka dapat beribadah, sekaligus jalan-jalan menikmati indahnya pemandangan tengah laut.

Kendati demikian, bagi Anda yang ingin menikmati destinasi wisata ini, harap bersabar. Sebab, rencanaya klenteng tersebut baru akan dibuka pada hari kedua Imlek. “Hari ini belum kita buka. Rencananya besok, Minggu, (26/1/2020),” jelasnya.

Untuk sampai ke lokasi, pengunjung harus menyeberangi lautan menggunakan perahu motor. Waktu perjalanan yang diperlukan sekitar 25 menit. Kapal motor tersebut dapat disewa di dermaga Pasar Sungai Kakap.

“Tarifnya sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu sekali perjalanan,” pungkasnya. (IP-06)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *