Iming-imingi Korban Jadi ASN, Staf Poltekes Pontianak Raup Ratusan Juta

DITANGKAP - Misnadi alias Adi, seorang staf Poltekes Pontianak jadi pelaku penipuan berkedok iming-iming jadi PNS. (ANDI/insidepontianak.com)
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Tergiur dengan diiming-imingi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), empat anggota keluarga Achmad Radja Tahir akhirnya luluh hatinya. Tak pikir panjang, uang sebesar Rp163 juta diserahkan kepada Misnadi alias Adi, seorang ASN di Poltekes Pontianak. Tujuannya tak lain, agar dua anak dan dua keponakannya menjadi ASN dengan bantuan Misnadi.

“Awalnya pelaku menjanjikan bisa menjadikan korban sebagai ASN di Departemen Kesehatan tahun 2018,” ujar Kapolsek Pontianak Timur, Kompol Sunaryo, Senin (27/1/2020) siang.

Bacaan Lainnya

Iming-iming tersebut, membuat korban percaya. Sebab, pria 36 tahun itu cukup dikenal anak dan keponakannya sewaktu menempuh pendidikan di Poltekes Pontianak. Hingga akhirnya, uang Rp163 juta itu diserahkan di sebuah kafe di Pontianak Timur, Januari 2018 lalu.

“Informasi uang Rp163 juta itu untuk DP empat orang. Setelah jadi baru ada yang lain,” ungkapnya.

Celakanya, tunggu punya tunggu bak kapak menyelam beliung, empat orang itu tak kunjung jadi ASN. Jalur honorer menjadi ASN di Poltekes pun tak tersedia di tahun 2018 dan 2019 lalu.

Keberadaan Misnadi dicari, dan diminta mengembalikan uang yang sudah diberikan. Namun, tak ada kabar ke mana warga Jalan 28 Oktober ini berada. Bahkan dihubungi juga susah. Habis kesabaran, Ahmad akhirnya memolisikan Misnadi. Staf Poltekes Pontianak itu dilaporkan ke Mapolsek Pontianak Timur.

“Setelah tak ada etikad baik, korban akhirnya jauh-jauh dari Mempawah melaporkan kejadian ini kepada kami (Polsek Pontianak Timur),” kata Sunaryo.

Sejak laporan itu diterima, Unit Reskrim Polsek Pontianak Timur mulai bergerak. Keberadaan Misnadi mulai diburu, hingga akhirnya dia berhasil diringkus pada 20 Januari 2020 lalu di rumahnya.

Dari hasil penyelidikan, rupanya tak hanya empat orang itu yang menjadi korban. Sebab, ada pula warga lain, di luar wilayah hukum Polsek Pontianak Timur. Kerugiannya juga besar, diperkirakan ratusan juta.

Dari penyelidikan sementara, Misnadi mengaku bahwa uang tersebut digunakannya untuk keperluan pribadi. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini pelaku sudah mendekam dalam jeruji besi.

“Dia kami jerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP pidana dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” tegasnya. (IP-06)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *