Aipda Rasikun Ditusuk Residivis ‘Nge-fly’

banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com Nahas menimpa Aipda Raskiun. Anggota Polsek Pontianak Timur tersebut diserang Sabandi dengan senjata tajam, Selasa (28/1/2020) sore.

Akibatnya, Aipda Rasikun mengalami luka tusuk di dada, luka beset di jari dan luka gores di lengan kanan. Kini, dia sedang dirawat intensif di RS Bhayangkara, Polda Kalbar. Luka yang dialami cukup serius.

Bacaan Lainnya

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin menerangkan, Aipda Raskun bersama dua anggota Polsek Pontianak Timur, sebelumnya menerima laporan keributan di Gang Tanjung Pulau, Kampung Beting, dari seorang pemuda yang mengaku diancam Sabandi, pamannya sendiri. Sang pengancam meminta uang.

Dari laporan tersebut, Aipda Rasikun bersama dua anggota lainnya, langsung mengecek. Ketika tiba di Gang Madrasah, Kelurahan Tambelan Sampit, Sabandi sudah menunggu.

Namun dari jauh, tak tampak gelagat membawa senjata tajam. Rupanya, itu hanya tipuan. Saat mereka mendekat, Sabandi langsung menghunuskan pisaunya yang disimpan di pinggang.

Dia menyerang tiga anggota membabi buta. Aipda Rasikun yang celaka. Dadanya, terkena tusuk pisau. Jari-jarinya pun juga terkena sabetan.

Sabandi yang terus melawan dan mengancam keselamatan, akhirnya ditembak rekan Rasikun.

Timah panas yang tepat mengenai kaki, berhasil menghentikan keberingasan Sabandi. Aipda Rasikun yang terluka, segera dilarikan ke RS Yarsi untuk diberi pertolongan medis.

“Karena luka yang dialami cukup serius, anggota kami yang mengalami luka tusuk langsung dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara,” jelas Komarudin.

Kini pelaku penusukan Aipda Rasikun  sudah ditahan. Barang bukti dua bilah pisau yang digunakan menyerang sudah diamankan.

“Motif penyerangan pelaku masih kita dalami,” ucapnya.

Namun, hasil pemeriksaan sementara, pelaku  tercatat sebagai resedivis. Pernah beperkara di wilayah hukum Polresta Pontianak.

“Pengakuan pelaku, sebelum melakukan penyerangan, dia habis menggunakan narkoba,” pungkasnya. (IP-05)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *