Jaksa KPK Masih Pikir-pikir Soal Hasil Vonis Terdakwa Suap Gidot

Jaksa KPK, Febi. (Andi/Insidepontianak)

PONTIANAK, insidepontianak.com –  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febi mengaku belum bisa memutuskan menerima atau tidak putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pontianak, terkait vonis terhadap terdakwa kasus suap yang melibatkan Suryadman Gidot, Bupati Bengkayang non aktif.

“Kita belum bisa memutuskan menerima. Pada prinsipnya kita kan mewakili lembaga. Jadi kami akan laporkan lebih dulu,” katanya, usai pembacaan putusan terhadap empat orang terdakwa kasus suap proyek pekerjaan Pemerintah Kabupaten Bengkayang tahun 2019, Selasa (28/1/2020) siang.

Bacaan Lainnya

Febi mengatakan, sebelumnya  tuntutan kepada keempat terdakwa adalah dua tahun penjara. Namun dalam putusan mereka masing-masing divonis satu tahun enam bulan oleh majelis hakim.

Kendati demikian, dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) KPK, putusan dapat diterima  minimal 2/3 pidana badan, atau minimal satu tahun empat bulan. Di samping itu, barang bukti dan pidana tambahan terhadap keempatnya juga sudah memenuhi tuntunan jaksa penuntut umum. Selain itu, majelis hakim juga telah mengakomodir tuntutan dan analisisa yuridis penuntut umum.

“Dalam hal ini, kita bisa dengarkan tuntutan penuntut umum sudah diakomodir, dan analisa yuridisnya juga sudah diakomodir oleh majelis hakim,” ungkapnya.

Akan tetapi keputusan menerima atau tidak akan dilaporkan terlebih dahulu kepada pimpinan. “Secara aturan, kami juga punya waktu satu minggu untuk pikir-pikir. Apakah menolak atau menerima,” pungkasnya. (IP-06)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *