Amankan Pasokan Listrik, PLN UP3B Kalbar Lakukan Inspeksi Rutin Jalur Transmisi

INSPEKSI - Petugas PLN Kalbar saat inspeksi jalur Right of Way (ROW) di sepanjang lokasi yang dilewati jaringan transmisi, beberapa waktu lalu. (HUMAS PLN KALBAR)

PONTIANAK, insidepontianak.com – PLN UP3B Kalbar melakukan berbagai upaya untuk menjaga keandalan pasokan listrik terutama di sistem Kelistrikan Khatulistiwa. Salah satunya perawatan dan pemeliharaan rutin pada jaringan transmisi 150 kV. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain; pemasangan proteksi dan inspeksi jalur Right of Way (ROW) di sepanjang lokasi yang dilewati jaringan transmisi.

“Jalur transmisi di Kalimantan Barat saat ini lebih banyak melintasi area hutan, yang berpotensi besar tumbuhnya pohon di bawah jalur SUTT. Oleh karena itu diperlukan inspeksi jalur ROW secara rutin untuk mengantisipasi gangguan akibat pohon,” ungkap Manager UP3B Kalbar Ricky Faizal, Rabu (29/1/2020).

Bacaan Lainnya

Daerah yang diinspeksi minggu ini adalah jalur transmisi arah Sei Raya-Siantan, Siantan-Parit Baru, Parit Baru-Senggiring, Parit Baru-Kota Baru, Ngabang-Tayan, Tayan-Siantan, Singkawang-Sambas, Singkawang-Bengkayang, Bengkayang-Ngabang, Bengkayang-Jagoibabang, Ketapang-Sukadana, Tayan-Sandai, Sandai-Sukadana.

Inspeksi jalur ROW ini sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan oleh 13 Tim Ground Patrol dan empat Tim Pemeliharaan PLN UP3B Kalbar.
Dengan adanya inspeksi, diharapkan PLN UP3B Kalbar dapat meminimalisir gangguan sistem Kelistrikan Khatulistiwa khususnya yang diakibatkan oleh pohon melebihi batas ROW, dan dapat mengakibatkan terganggunya pasokan listrik kepada pelanggan.

Selama inspeksi jalur ROW, sosialisasi kepada warga setempat terkait ruang bebas dan jarak aman minimum pada saluran udara tegangan ekstra tinggi yang tertuang pada Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2019 juga dilakukan.

“Harapan kami semoga masyarakat lebih memahami betapa pentingnya menjaga dan mengamankan jalur transmisi demi keandalan pasokan listrik terutama dari gangguan pohon serta tanam tumbuh milik warga. Sehingga mereka mengikhlaskan pohon serta tanam tumbuhnya untuk dapat kami tebang karena tidak hanya membahayakan instalasi tetapi juga keselamatan orang,” tutup Ricky. (IP-06)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *