Gadis di Desa Kapur Nyaris Diperkosa Tetangganya

Ilustrasi percobaan perkosaan. (Net)
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Minggu (26/1/2020) dini hari lalu, menjadi subuh yang menakutkan bagi MR. Sekitar pukul 02.00 WIB, jendela kamar gadis yang tinggal di Desa Kapur itu, tiba-tiba terbuka.

Ia lantas terbangun dari lelap tidurnya. Rupanya, seorang laki-laki sudah menyelinap masuk. Lelaki itu adalah Her alias Emen. Tetangganya sendiri.

Bacaan Lainnya

Di tengah gelap di dalam kamar, MR dipaksa dan direbahkan lelaki beristri tersebut. Ia meronta. Namun tak kuat. Lehernya diinjak. Dia juga diancam dibunuh, bila tak melayani birahi Emen. MR sempat tak berdaya, namun perbuatan tak senonoh itu akhirnya urung dilakukan.

“Bang ingat sama anak kau, kalau diginikan bagaimanalah perasaan kau. Anak kau tu perempuan” kata korban, MR saat kejadian itu.

Perkataan itu membuat Emen melepas regangan. Tapi Emen meminta agar MR tutup mulut. Tak menceritakan ke siapa pun perbuatan bejatnya tersebut. Jika tidak, MR diancam akan dibunuh.

Pukul 02.30 WIB, MR keluar kamar, dengan melompat di jendela. Kejadian subuh Minggu terkutuk itu pun, langsung diceritakan MR ke saudaranya bernama Heri Novi Nora.

Tak terima saudaranya menjadi korban percobaan pemerkosaan, lantas Novi bersama MR mendatangi Satreskrim Pores Kubu Raya melaporkan pelaku.

“Dari laporan korban, anggota langsung melakukan penyelidikan mencari pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, Iptu Charles BN Karimar, Rabu (29/1/2020).

Anggota mencari pelaku di rumahnya di Desa Kapur. Namun, pelaku sudah melarikan diri. Setelah diselidiki, pelaku kabarnya kabur ke Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang. Tempat istrinya.

“Kami langsung koordinasi dengan Polsek Sungai Duri. Senin malam tanggal 27 kemarin, pelaku berhasil diamankan anggota Polsek Sungai Duri,” jelasnya.

Saat ini, pelaku sudah diserahkan ke Satreskrim Polres Kubu Raya untuk diproses hukum lebih lanjut. Carles membenarkan, saat melakukan aksinya, pelaku mengancam akan membunuh korban jika tak melayani birahinya.

Dalam penanganan kasus percobaan pemerkosaan yang dialami MR, sejumlah barang bukti pun telah diamankan Satreskrim Polres Kubu Raya.

Kini, Emen sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 53 juncto Pasal 289 KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara. (IP-05)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *