Miliaran Dana Nasabah Koperasi Syariah di KKU Lenyap

Pertemuan Kapolres Kayong Utara bersama nasabah Koperasi Syariah KSM. (Fauzi/Insidepontianak)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Seribu lebih nasabah Koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM) harus menelan pil pahit. Pasalnya, dana mereka digelapkan oleh pihak koperasi. Bahkan diperkirakan jumlah uang nasabah yang tergabung dalam koperasi itu mencapai miliaran rupiah.

“Siang Selasa (28/1) kami mendatangi kantor KSM di Desa Medan Jaya, untuk mempertanyakan kebenaran isu lenyapnya dana kami. Pihak koperasi melalui PJ mengiyakan, bahwa memang tabungan tersebut sudah tidak ada,” terang salah satu nasabah, Ujang.

Bacaan Lainnya

Masyarakat yang sudah mulai resah akhirnya diarahkan menuju Polsek Simpang Hilir untuk membicarakan perihal tersebut. Sesampainya di sana, akhirnya terungkap bahwa dana nasabah yang berjumlah sekitar 1.200 anggota sudah lenyap.

“Kami berbondong-bondong  ke Polsek Simpang Hilir untuk menuntut pengembalian uang kami. Namun pelaku tidak bisa memberikan kepastian pengembalian uang tersebut. Akhirnya persoalan ini kami mintakan kepada kepolisian untuk menyelesaikannya,” kata Ujang.

Sementara itu, Kapolres Kayong Utara, AKBP Asep I Rosadi membenarkan telah terjadi dugaan kasus unsur penipuan dan penggelapan berbasis koperasi. Hal ini menurutnya bisa saja permasalahan di manajemen, atau mungkin  niat dari direktur untuk mengambil keuntungan dari dana yang dikumpulkan oleh anggota koperasi, atau nasabah.

Ketika diketahui akan terjadi masalah, masyarakat berbondong-bondong mau mengambil dana yang sudah disetorkan. Yaitu simpanan wajib atau simpanan pokok, yang rata-rata minimal Rp1,5 Juta, dengan jumlah anggota kurang lebih sekitar seribuan anggota atau nasabah.

“Ada sekitar 800 jutaan uang nasabah yang sudah masuk dan diputar kepada beberapa unit dari KSM. Di Kabupaten Kayong Utara ada 15 unit dan ini merupakan cabang dari KSM yang ada di Kabupaten Ketapang,” ungkap Kapolres.

Lebih jauh Kapolres menyampaikan, masyarakat meminta dana yang sudah mereka setor untuk dikembalikan. Namun pihak koperasi tidak bisa menyanggupinya. Inilah yang membuat masyarakat tidak percaya, dan berbondong-bondong mendatangi kantor KSM di Desa Medan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir.

Kemudian pada Selasa (28/1/2020) malam, pihak Polres Kayong Utara bergerak cepat mengamankan direktur atau kepala koperasi, guna diperiksa. Dan pada Rabu (29/1/2020) sudah ada beberapa masyarakat yang melaporkan.

 

“Polres Kayong Utara akan melihat, apakah yang bersangkutan sudah bisa ditetapkan sebagai tersangka atau belum. Jika terbukti ada praktik penipuan, penggelapan uang anggota koperasi ataupun nasabah, maka akan dilakukan tindakan-tindakan lebih lanjut,” katanya.

“Unsur pidananya kita usut, kemudian kita akan lacak kemana saja dana yang tersimpan ini, dilarikan. Kita akan melacak aliran dana dari seluruh nomor rekening yang dimiliki, serta memeriksa seluruh orang yang berkaitan dengan yang bersangkutan, termasuk juga masyarakat yang menjadi korban,” ungkapnya.

Sementara, guna mengantisipasi tindakan-tindakan yang tidak diinginkan, Polres Kayong Utara melakukan tindakan preventif dengan menggelar rapat bersama masyarakat di desa-desa yang mengalami penipuan tersebut. Rapat tersebut juga menghadirkan pihak Disperindagkop dari Kabupaten Kayong Utara dan Camat Simpang Hilir.

“Masyarakat agar menjaga ketenangan, percayakan kepada kami (Polres), Insya Allah jika kami bisa melacak keberadaan dana tersebut dan dikumpulkan semua, akan menjadi solusi bagi semua masyarakat atau nasabah,” katanya.

Pihak pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara juga sudah berpesan agar segera menuntaskan persoalan ini.

“Masyarakat terkesima dengan kata-kata Syariah, kemudian terbujuk dengan bunga yang rendah, 3 hingga 4 persen, juga hadiah-hadiah dan kemudahan lainnya, padahal praktiknya tidak demikian,” tandasnya. (IP-08)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar