Fintech Ilegal Marak, Masyarakat Diminta Waspada Tawaran Pinjaman Lewat Aplikasi, Website dan SMS

PERS RILIS - OJK Kalbar menggelar rilis pers terkait fintech ilegal. (ABDUL/insidepontianak.com)
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Satgas Waspada Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih temukan banyak kegiatan fintech peer to peer lending atau tawaran investasi dan pinjaman dana usaha yang ilegal. Dikhawatirkan, hal ini merugikan masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing menyebutkan, temuan di Januari 2020, terdeteksi 120 entitas fintech peer to peer lending yang tidak terdaftar di OJK.

“Banyak kegiatan fintech peer to peer lending ilegal pada website, aplikasi atau penawaran melalui SMS yang beredar,” ungkap Tongam Lumban Tobing, melalui rilis yang diterima insidepontianak.com, Jumat (31/1/2020).

Togam pun meminta masyarakat waspada. Tidak muduh percaya dengan penawaran-penawaran investasi dan pinjaman dana lewat aplikasi, website, maupun SMS.

“Bahayanya jika meminjam di fintech peer to peer lending ilegal, masyarakat bisa jadi korban ancaman dan intimidasi jika menunggak pinjaman,” katanya.

Tahun 2019 lalu, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan kegiatan 1.494 fintech peer to peer lending ilegal. Selain itu ada pula, puluhan kegiatan usaha fintech yang ditutup karena beroperasi tanpa izin. (IP-05)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *