Di Tengah Wabah Corona, Kapal China Tiba-Tiba Masuk ke Perairan Sungai Kapuas

Kota Pontianak
KAPAL - Kapal dari Tiongkok memasuki perairan di Sungai Kapuas, Kota Pontianak. (Foto Ilustrasi/Insidepontianak.com)
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Di tengah ancaman wabah corona, masyarakat dikejutkan dengan masuknya kapal dari Tiongkok ke Perairan Sungai Kapuas, Jumat (31/1/2020). Kapal bernomor 1530 itu  terdiri dari empat crew yang merupakan warga negara asal virus itu menyebar.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Donny mengatakan, pihaknya masih mendalami tujuan kedatangan kapal Tiongkok ke Pontianak.

Bacaan Lainnya

“Masih kita dalami. Ada pihak yang mendatangkan, lagi dipelajari oleh Polairud,” katanya, Sabtu (1/2/2020).

Sejak diamankan petugas, kapal tersebut sudah dilakukan pemeriksaan. Hingga saat ini masih disegel petugas. Dari hasil penyelidikan sementara, kapal Tiongkok tersebut masuk ke Pontianak sejak 27 Januari 2020.  Kapal berlabuh di dermaga Dwikora pada 28 Januari 2020.

Hingga kini, pihaknya juga masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap empat crew kapal Tiongkok. Pemeriksaan itu melibatkan stakeholder terkait, mulai dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea Cukai, Imigrasi, Polairud, Kodim, dan Polresta Pontianak Kota, hingga Dokkes Polda Kalbar.

“Dari hasil pemeriksaan tanggal 31 Januari 2020, kondisinya baik dan sehat,” jelasnya.

Kendati demikian, kesehatan empat crew tersebut masih akan dilakukan pemeriksaan kembali. Sebab, menurut keterangan ahli, masa inkubasi virus Corona tersebut akan dimulai 2 sampai dengan 14 hari.

Direktur Polair Polda Kalbar, Kombes Polisi Benyamin Sapta mengatakan, kapal Tiongkok tersebut diketahui tanpa muatan.

“Saat ini anggota Gakkum masih melakukan penyelidikan. Kalau terkait dokumen kapal komunikasinya ke Syahbandar,” katanya.

Keempat warga negara Tiongkok tersebut juga telah diperiksa dan dinyatakan sehat. Namun, pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap empat crew kapal.

“Dengan temuan tersebut, pihaknya akan membentuk tim dari Polairud dan menempatkan personil untuk melakukan pam alur di sekitar kapal,” pungkasnya. (IP-06)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar