Sinarmas Launching Komik Cerita Anak, Ciptakan Generasi Inspirasi Pencegahan Karhutla

Puluhan siswa menyaksikan peluncuran perdana komik Mencegah Kebakaran Hutan yang digarap oleh Sinar Mas Agribusiness and Food di Gedung Serba Guna, PT Agrolestari Mandiri, Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu (1/2/2020). (AGUS LOHAN)
banner 468x60

KETAPANG, insidepontianak.com – Komik setebal 24 halaman bercerita tentang Rumbun dan Sahabat Rimba, tidak saja membuka cakrawala puluhan siswa Sekolah Dasar, tetapi  juga menjadikan mereka calon pembawa pesan berantai, bagaimana upaya pencegahan Karhutla di tempat tinggal mereka.

Hari itu, di Gedung Serba Guna, PT Agrolestari Mandiri, Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu (1/2/2020), puluhan siswa menyaksikan peluncuran perdana komik ‘Mencegah Kebakaran Hutan’ yang digarap oleh Sinar Mas Agribusiness and Food. Peluncuran buku ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk mencegah dan memerangi Karhutla di daerah tersebut.

Komik yang dikemas menggunakan kertas art paper full color gambar dengan menggunakan dua bahasa, Bahasa Indonesia dan Inggris ini mengisahkan bocah dan sahabat rimba, di mana tokoh utama dari rimba yakni Burung Hantu ( Burhan). Mereka berjibaku sekaligus menjadi pahlawan memerangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Pada suatu hari, saat mereka hendak berkumpul dan tujuannya untuk belajar di alam terbuka, saat itu pula Burhan, sahabatnya yang ditunggu tak kunjung datang.

Usut punya usut, saat Burhan terbang ke titik kumpul, Burhan terjebak dalam kepungan asap. Api dari Karhutla tidak saja membuat panik seisi penghuni rimba, tetapi juga membuat cemas warga, lantaran api sudah menjalar hingga ke pemukiman.

Burhan pada akhir cerita memang terselamatkan oleh kedua bocah, tak lain sahabatnya. Tapi pasca Karhutla tadi, pembaca diajak bagaimana memahami upaya pencegahan dari Karhutla. Mulai dari tidak membuang puntung rokok, korek api, hingga membakar sampah di hutan.

“Pesan dari komik inilah, kita ingin bisa berantai dan itu memulainya dari anak-anak kita untuk bisa bercerita kepada orang tuanya dan masyarakat di lingkungan mereka,” kata Supriyanto, Fire Prevention and Respons Head, Simarmas Agrobisnis and Food.

Pelajaran dari Bencana

Pada 2019, Badan Penanggulangan Bencana menyebutkan terdapat lebih 900 ribu penderita ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) akibat bencana Karhutla. Sebagian di antara mereka adalah anak-anak. Selain itu, banyak sekolah terpaksa ditutup dan mengganggu proses belajar siswa.

Peristiwa ini juga pernah terjadi sebelumnya pada bencana besar karhutla pada 2015. Selain faktor alam, faktor manusia seperti tidak pedulinya sebagian masyarakat membuang puntung rokok atau membakar lahan sembarang, memberikan kontribusi pada bencana Karhutla yang terjadi di Indonesia.

Di sinilah, anak-anak selain perlu dilindungi juga perlu diberikan edukasi agar dapat mengingatkan orang di sekitarnya untuk menghindari kebiasaan yang dapat menyebabkan Karhutla.

“Anak-anak adalah calon pemimpin bagi masyarakat di masa yang akan datang. Apa yang telah mereka pelajari saat ini melalui ‘Rumbun dan Sahabat Rimba’, akan mereka bawa ketika dewasa kelak,” kata Susanto Yang, CEO Sinar Mas Agribusiness and Food Kalimantan Barat.

Harapannya, para siswa yang sudah membaca komik ini nantinya menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya untuk berubah menjadi lebih baik khususnya menghilangkan kebiasan membakar lahan.

Perusahaan bersama Dinas Pendidikan setempat dan para guru bekerja sama dengan erat untuk memberikan edukasi yang dapat diterima dan dipahami di tingkat pendidikan dasar dengan mudah. Melalui karakter utama si Rumbun, buku ini mengajak generasi muda Indonesia untuk memahami materi dengan cara yang mudah. Perusahaan berharap dapat membantu para guru menyediakan media edukasi yang efektif bagi peserta didik.

“Mengajar anak-anak di tingkat sekolah dasar perlu dilakukan dengan cara yang menyenangkan agar mudah diingat,” kata Kadarudin, Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Nanga Tayap.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para guru dan di Dinas Pendidikan untuk menghadirkan edukasi pencegahan karhutla bagi mereka.

“Kehadiran ‘Rumbun dan Sahabat Rimba’ telah membantu kami untuk mengedukasi para peserta didik,” kata Kadarudin.

Camat Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Monri memuji langkah perusahaan, bagaimana mengedukasi sekaligus melibatkan anak-anak di desa ikut berperan mencegah Karhutla.

“Kami dari unsur Muspika sangat mendukung sekali. Bagaimana memoles anak-anak yang masih polos lalu dipoles menjadi anak yang  berpengetahuan luas tentang pencegahan Karhutla,” kata Monri.

Sinar Mas Agribusiness and Food untuk sementara baru mencetak 7.500 eksemplar komik, dan nantinya akan dibagikan di seluruh sekolah khusus di lingkungan perusahaan Sinarmas di Indonesia. (IP-06)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *