Sehimpun Puisi Ilham Setia

Ilustrasi Frances Watts.

KULEPAS KUPUKUPU

 

Bacaan Lainnya

Kulepas kupukupu

Menjelang mentari menari

Menuju taman

Sesekali melekat pada bunga

 

Kupukupu yang kulepas

Beratap langit

Berumah taman

Hingga senja menjelang

 

Kupukupu yang kulepas

Bertandang, melekat pada dinding rumah

Warnanya menggoda hati

Tidak untuk dimiliki

 

Kulepas kupukupu

Dari kedua telapak tangan kecilku

***

 

 

WARISAN ABU ABU

 

Di bawah langit mendung

Aku duduk meratap zaman berjalan edan

Hujan seakan berduka menemani lara

Berseliweran merapal pedih perih

 

Kebebasan diberikan

Entah memberi anugerah atau bencana?

Semua bebas memberi pernyataan

Semua Bebas berpendapat

Semua lepas kendali

Lantas masyarakat konsumtif

Ikut bergerak tanpa mampu menyerap sarinya.

 

Atas nama harga mati

Semua berjuang mati-matian tanpa harga

Semua mati-matian berjuang tanpa paham apa dan mengapa harus di perjuangkan

 

Negara kita dalam abu-abu kebenaran

Negara kita dalam ambiguitas kebenaran

Negara kita diujung tanduk hari esok

 

Lantas apa yang akan kita wariskan pada anak cucu kita?

***

 

PENGANTIN SEPI

 

Senja semburat jingga

Kami pergi dengan tawa

Penuh canda mesra

Menghampiri pengantin siaga

 

Sesampai kami di pesta

kami kagum melihat foto sepasang pengantin muda penuh ceria

gemerlap pesta perkawin yang begitu mewah

tak lupa sebelum pulang

seperti tradisi kebanyakan

kami menyelipkan amplop walau tak seberapa, maklum kami masih mahasiswa

 

Tiga bulan kami tak bersua

dengan pengantin muda

entah apa kabarnya?

 

Terakhir ku dengar pesta itu pecah

mereka tak lagi bersama.

 

Waw…

pengantin muda

Pengantin sepi

Pestanya jadi sia-sia.

***

 

DIAM DIAM

 

Aku mencintaimu

tapi aku tak ingin memiliki dirimu

Aku ingin mencintaimu diamdiam

diamdiam menulis puisi sebagai rindu

diamdiam menulis puisi karena patah hati

Diamdiam kau telah memilih jalan sunyi

Dan aku diamdiam

 

Mencintaimu

***

 

Penulis:

Ilham Setia, kelahiran Pontianak kini aktif sebagai abdi negara di Kabupaten Kubu Raya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *