Antisipasi Corona, 1.629 WN Tiongkok di Kalbar Tak Bisa Pulang Kampung

banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Divisi Keimigrasian, Kanwil Kemenkumham Kalbar, Husni Thamrin mengatakan ada 1.629 warga negara (WN) Tiongkok di Kalbar. Untuk sementara, mereka tak bisa pulang ke kampung halaman.

Keberadaan mereka di Kalbar mencakup Izin Tinggal Kunjungan (ITK) sebanyak 187 orang, Izin Tinggal Terbatas (ITAS) 1.401 orang, dan Izin Tinggal Tetap (ITAP) sejumlah 41 orang.

Bacaan Lainnya

Mereka tersebar di Pontianak, Sanggau, Sambas, Entikong, Singkawang, Putussibau dan Ketapang. Dari jumlah tersebut 1.401 orang merupakan pekerja.

“Itu sudah kita sosialisasikan kepada mereka. Menetap di situ. Tidak boleh kembali ke negaranya sementara,” katanya, Selasa (4/2/2020).

Larangan ini merupakan kebijakan pemerintah pusat. Selain dilarang keluar, warga Tiongkok pun tak boleh masuk ke Indonesia.

“Sementara ini kebijakan tersebut tidak menimbulkan gejolak di WN Tiongkok. Semuanya menerima,” katanya.

Pihak Imigrasi dan Karantina Kesehatan, hingga kini terus mengawasi lalu lintas Warga Negara Asing (WNA) di Kalbar. Setiap ada orang asing masuk, langsung diperiksa kesehatannya oleh petugas karantina.

“Di situ dideteksi apakah orang itu membawa penyakit atau tidak,” kata Husni.

Jika orang tersebut membawa penyakit, maka karantina akan menyampaikan hal tersebut kepada Imigrasi, untuk diambil langkah-langkah pemulangan ke negara asal.

“Kita berikan surat penolakan dan orang tersebut dibawa pulang. Sementara, untuk WNA dari Tiogkok apalagi dari Wuhan, sudah tidak boleh masuk (Indonesia),” tegasnya.

Sebelum kebijakan tersebut, warga Tiongkok yang tinggal di negara lain, dapat masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan. Tapi sekarang sudah tidak bisa.

“Semua warga negara Tiongkok dicabut kebijakan visa kunjungan dan visa on arrival. Jadi mau dia tinggal di mana pun sudah gak bisa masuk ke mari,” tegasnya. (IP-06)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *