Sekda dan Kadisdik Sebut Gidot Minta Siapkan Uang Rp1 Miliar

Suryadman Gidot di ruang sidang Pengadilan Tipikor Pontianak, Selasa (4/2/2020). (Andi/Insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com- Kuasa hukum Suryadman Gidot dan Aleksius, Andel mengatakan, pihaknya mengikuti proses hukum yang berjalan. Dari keterangan dua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, yakni Sekda Bengkayang Obaja, Kadis Pendidikan Kabupaten Bengkayang, Yan semuanya membenarkan adanya pertemuan yang digelar di ruang Sekda.

“Iya, keduanya mengakui. Sebab dalam rapat tersebut dilakukan dalam jam dinas. Ada jam 09.00 WIB dan ada yang jam 11.00 WIB,” katanya.

Bacaan Lainnya

Saat terjadi OTT 3 September 2019 lalu, Obaja kata Andel mengaku tidak melihat uang yang didapat Suryadman Gidot dari para kontraktor.

Meski begitu, dia membenarkan bahwa Suryadman Gidot dalam rapat memerintahkan kepada Kepala Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan untuk mencari uang Rp1 miliar terhadap dua dinas tersebut.

“Uang tersebut dipergunakan untuk menyelesaikan masalah Bantuan Khusus (Bansus) yang sedang ditangani Polda Kalbar. Sebab beberapa mereka telah dipanggil Polda karena ada masalah hukum,” terangnya.

Sementara, menurut keterangan saksi Yan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang, juga tidak mengerti dan melihat kejadian OTT yang dilakukan KPK. Namun, sebelum kejadian tersebut terjadi, ia membenarkan bahwa Suryadman Gidot meminta dicarikan uang menyelesaikan kasus Bansus.

“Tapi saudara Gidot pernah minta dicarikan uang untuk keperluan hal tersebut itu benar,” jelasnya.

Dari keterangan dua saksi itu, Andel mengatakan uang tersebut bukan untuk dipersiapkan untuk keperluan siapa-siapa. Namun untuk keperluan ahli, dan siapa yang mendampingi kasus tersebut.

“Menurut keterangan saksi memang uang tersebut untuk menyelesaikan bantuan khusus, misalnya mengambil penasehat hukum saksi, itu yang disampaikan tadi,” pungkasnya. (IP-06)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *